Sinergi TNI-Polri-Imigrasi Awasi WNA di Bengkalis
Koramil04/Rupat melaksanakan kegiatan Rapat koordinasi pengawasan orang asing guna untuk menjaga keutuhan negara republik Indonesia.
BENGKALIS – Pengawasan terhadap orang asing di wilayah perbatasan diperketat. Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat Kecamatan Rupat digelar di Aula Kantor Camat Rupat, Jalan Pelajar, Kelurahan Batupanjang, Rabu (29/4/2026) pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah unsur strategis, mulai dari Imigrasi, TNI, Polri, pemerintah kecamatan hingga perangkat desa. Danramil 04/Rupat Lettu Inf Budiamsyah Saragih diwakili Pelda Suardi turut hadir bersama Kapolsek Rupat AKP Faisal, S.H, serta pejabat Imigrasi dan instansi terkait lainnya.
Sejak awal, forum langsung menyoroti posisi Rupat sebagai kawasan perbatasan yang berbatasan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Kondisi ini dinilai membuka peluang sekaligus potensi kerawanan, khususnya terkait aktivitas orang asing dan lalu lintas ilegal.
Camat Rupat, Hariadi, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Pengawasan orang asing bukan hanya tugas Imigrasi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh unsur, baik pemerintah, TNI, Polri, maupun masyarakat,” tegasnya saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, koordinasi yang kuat diperlukan agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, I Ketut Wedha Andi Natalona, menjelaskan bahwa pembentukan TIMPORA merupakan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
“Wilayah Rupat sangat strategis sebagai jalur lintas internasional. Ini membuka peluang investasi dan pariwisata, namun juga menuntut kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran keimigrasian,” ujarnya.
Ia menekankan, pengawasan tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pemaparan materi, diskusi hingga penyusunan langkah konkret pengawasan di lapangan. Forum juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat deteksi dini, pertukaran informasi, serta penegakan hukum yang humanis.
Selama kegiatan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB, situasi terpantau aman dan tertib.
Secara umum, rapat ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan. Dengan koordinasi yang semakin solid, pengawasan terhadap aktivitas orang asing di Kecamatan Rupat diharapkan berjalan lebih optimal.
Ke depan, TIMPORA diharapkan tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga motor penggerak pengawasan aktif di lapangan demi menjaga kedaulatan wilayah Kabupaten Bengkalis.
Editor :Tim Sigapnews