Plh. Danramil 07/Reteh dan Babinsa Hadiri Apel Siaga Darurat Penanggulangan Karhutla Kec. Reteh 2026
RETEH - Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026, Plh. Danramil 07/Reteh Kapten Arh Budi Sandoro bersama Babinsa, Camat Reteh Hasnur Rasidi, S.Kep, anggota Polsek Reteh, Mitra Karib, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Reteh menggelar Apel Siaga Darurat Penanggulangan Karhutla, Senin pagi (25/05/2026). Apel yang berlangsung di wilayah Kecamatan Reteh itu menjadi langkah awal memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi menghadapi potensi kebakaran lahan.
Sejak pagi, personel gabungan tampak memadati lokasi apel dengan membawa semangat kesiapan menghadapi musim rawan karhutla. Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk konsolidasi seluruh unsur keamanan, pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pengawasan wilayah.
Plh. Danramil 07/Reteh Kapten Arh Budi Sandoro menegaskan bahwa ancaman karhutla tidak boleh dianggap biasa karena dampaknya dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat hingga melumpuhkan aktivitas warga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama karena dampak karhutla sangat merugikan masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Selain pengarahan kepada peserta apel, petugas juga melakukan pengecekan kesiapan personel dan sarana pendukung penanggulangan karhutla. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh unsur siap bergerak cepat apabila ditemukan titik api di wilayah Kecamatan Reteh.
Camat Reteh Hasnur Rasidi, S.Kep mengatakan pemerintah kecamatan terus memperkuat koordinasi hingga tingkat desa guna meminimalkan potensi kebakaran selama musim panas berlangsung.
“Kita ingin seluruh unsur bergerak cepat ketika ada potensi kebakaran. Koordinasi harus berjalan baik mulai dari tingkat kecamatan sampai desa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Polsek Reteh, Babinsa, Mitra Karib, lurah dan kepala desa diminta aktif melakukan patroli terpadu serta sosialisasi langsung kepada masyarakat. Upaya itu dinilai penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran warga agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Apel siaga ini juga menjadi sinyal kuat bahwa penanganan karhutla di Kecamatan Reteh dilakukan secara serius dan melibatkan seluruh elemen terkait. Pemerintah kecamatan berharap sinergi yang telah dibangun mampu mempercepat respons di lapangan dan menekan risiko munculnya titik api selama 2026.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 07/Reteh Dim 0314/Inhil