TNI AD Perkuat Swasembada Pangan, Babinsa Jadi Ujung Tombak Pendamping Petanih
Babinsa Turun ke Sawah, Kawal Ketahanan Pangan dari Hulu ke Hilir
*Sungai Upih* ya– Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan melalui peran Bintara Pembina Desa. Para Babinsa di seluruh pelosok negeri kini aktif mendampingi petani, mulai dari proses tanam hingga penyerapan hasil panen.
Di wilayah Kodim 0313/Kampar, Serda Vico Yuwinda, Babinsa Koramil 15/Kuala Kampar, terlihat turun langsung ke lahan sawah Desa Sungai Upih pada Minggu 7 Juni 2026. Bersama Kelompok Tani Maju Bersama, ia ikut menanam padi sekaligus memeriksa saluran irigasi tersier.
“Ini instruksi langsung dari pimpinan. Babinsa wajib jadi motor penggerak ketahanan pangan di desa binaan. Kami tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan petani bisa menanam dan memanen dengan baik,” ungkap Serda Vico.
Peran Babinsa dalam program ketahanan pangan mencakup beberapa hal krusial.
*Pertama*, pendampingan teknis di lapangan. Babinsa ikut mengolah lahan, menanam, hingga panen raya bersama petani.
*Kedua*, pengawalan distribusi sarana produksi. Mereka memastikan pupuk bersubsidi dan bibit unggul sampai ke tangan petani yang berhak, mencegah penyelewengan.
*Ketiga*, membantu penyerapan gabah. Bersama Bulog, Babinsa ikut mengawasi agar gabah petani dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah dan tidak jatuh ke tengkulak.
Kepala Desa Sungai Upih Bambang Sutrisno, mengapresiasi kehadiran Babinsa. “Dulu kalau ada masalah irigasi atau pupuk telat, petani bingung lapor ke mana. Sekarang ada Pak Babinsa yang langsung bergerak cepat bantu koordinasi ke dinas terkait. Petani jadi lebih tenang,” tuturnya.
Danramil 15/Kuala Kampar Lettu Inf. Feby S Hagahapa menegaskan, program ini adalah wujud nyata TNI AD Manunggal Membangun Desa. "Satu desa satu Babinsa. Mereka mata dan telinga kami di lapangan. Setiap minggu wajib lapor luas tambah tanam. Targetnya jelas, mendukung program Presiden untuk mewujudkan Indonesia swasembada pangan," tegasnya.
Keterlibatan aktif Babinsa diharapkan mampu memotong jalur birokrasi, mempercepat solusi masalah pertanian, dan meningkatkan produktivitas. Ke depan, pendampingan akan membahas komoditas jagung dan kedelai sesuai potensi tiap desa binaan.
Editor :Tim Sigapnews