Danrem 033/WP Melalui Kasi Ter Hadiri Pelantikan Pengurus Baru HKTI Kepri 2026-2031
BATAM – Kepala Seksi Teritorial (Kasi Ter) Kasrem 033/WP Kolonel Kav M. Fuad, PSC (J)., GDDSS, mewakili Komandan Korem (Danrem) 033/WP menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2026-2031. Pelantikan digelar Senin, 29 Juni 2026 pukul 09.00 WIB di Ballroom Hotel Harmoni One Batam Lantai 6, Kel. Teluk Tering, Kec. Batam Kota, Kota Batam, dengan dihadiri sekitar 1.500 anggota HKTI se-Kepri.
Pelantikan dihadiri Wakil Menteri Pertanian Bapak Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A., Kepala Badan Karantina Indonesia H. Abdul Kadir Karding S.Pi., M.Si, serta Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura. Turut hadir H. Iman Sutiawan, S.E selaku Ketua DPRD Kepri; Li Claudia Chandra, Wakil Walikota Batam/Ex Officio Wakil Kepala BP Batam; unsur Forkopimda seperti Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, Kajari Batam I Wayan Wiradarma, serta Sekda Kota Batam Firmansyah, S.Sos., M.Si.
Rangkaian acara meliputi pembukaan, doa, pelantikan, pemutaran video potensi pertanian Kepri, hingga penampilan tari persembahan dan tari kreasi. Acara ditutup dengan pemukulan gong sebagai simbol _Launching_ program “Gerbang Pangan”: Gerakan Membangun Ketahanan Pangan dari Pekarangan, serta penyerahan benih dan media tanam secara simbolis.
Dalam sambutannya, Ketua DPD HKTI Kepri terpilih Nyanyang Haris Pratamura menyoroti tantangan geografis Kepri yang 98% wilayahnya lautan. “Keterbatasan tanah, distribusi sarana, hingga biaya logistik menjadi tantangan. Tapi ini harus jadi peluang untuk pertanian modern, pertanian perkotaan, dan komoditas bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Ia menyebut Kepri memiliki sekitar 221 ribu hektar kawasan pertanian. Meski lahan terbatas, Pemprov berkomitmen pada intensifikasi dan teknologi pertanian berkelanjutan. “Kita patut bersyukur, Nilai Tukar Petani Kepri Mei 2026 ada di angka 100,74 persen. Artinya daya beli petani naik 0,5 persen,” tambahnya.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pentingnya evaluasi dan pengawasan agar kebijakan pertanian benar-benar dirasakan masyarakat. “Batam dekat pusat perdagangan internasional. Dengan kebijakan tepat dan kerja keras, daerah ini bisa jadi kawasan ekonomi kompetitif,” katanya.
Ia juga menekankan efisiensi anggaran, transparansi program, serta penyempurnaan distribusi pupuk dan pangan agar subsidi lebih cepat dan efisien. “Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan rakyat, bukan hanya angka,” tegasnya.
Pelantikan ini bertujuan mengesahkan kepengurusan baru, memperkuat organisasi, serta meningkatkan peran HKTI dalam memperjuangkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Riau.
Editor :Tim Sigapnews