Pemkab Lingga Bersama TNI-Polri Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Karhutla 2026
Pemerintah Kabupaten Lingga bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
LINGGA — Pemerintah Kabupaten Lingga bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 pada Kamis (13/8/2026). Pertemuan penting ini berlangsung di Ruang Rapat Barenlitbang Lantai II, Kabupaten Lingga, guna merumuskan langkah taktis pencegahan bencana di wilayah tersebut.
Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sinergitas antarinstansi. Pemerintah daerah memandang perlu adanya koordinasi yang solid mengingat ancaman musim kemarau dan potensi kekeringan dapat memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lingga.
Dalam forum tersebut, keterlibatan personel militer dari Yonif TP 849/BS menjadi salah satu poin krusial. Yonif TP 849/BS secara aktif berkoordinasi dengan seluruh instansi teknis untuk memantau perkembangan cuaca, tingkat curah hujan, arah angin, hingga pemetaan area rawan Karhutla.
"Kami mengoptimalkan sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait, hingga lapisan masyarakat sebagai kunci utama dalam upaya pencegahan Karhutla sejak dini," tegas perwakilan unsur pimpinan rapat dalam keterangannya.
Selain itu, para peserta rapat juga menyepakati bahwa langkah pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan petugas lapangan semata. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat lokal sangat menentukan keberhasilan pencegahan bencana di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Lingga berharap rakor ini menghasilkan langkah nyata dan sistem deteksi dini yang responsif. Melalui sinergi terpadu antara Pemkab, TNI, Polri, dan masyarakat, Kabupaten Lingga dapat meminimalkan dampak buruk dari potensi kekeringan serta ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2026.
Editor :Tim Sigapnews
Source : PENYONIFTP849