Karhutla di Pandan Sari, Babinsa Koramil 07/Reteh Serka Yadi Yanto Pimpin Pemadaman Titik Api
Tim gabungan yang dipimpin Babinsa Koramil 07/Reteh, Serka Yadi Yanto, berhasil memadamkan titik api hingga 100 persen.
SUNGAI BATANG - 7 Oktober 2026. Api yang melahap lahan belukar di Desa Pandan Sari, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, akhirnya bisa dikendalikan pada hari pertama pemadaman. Tim gabungan yang dipimpin Babinsa Koramil 07/Reteh, Serka Yadi Yanto, berhasil memadamkan titik api hingga 100 persen.
Lokasi kebakaran berada di Dusun Batang Hari RT 8 RW 5, perbatasan dengan Desa Kuala Sungai Batang. Koordinatnya tercatat pada 0°37'49,962" S 103°18'41,55" E. Lahan yang terbakar merupakan tanah mineral dengan vegetasi belukar seluas kurang lebih enam hektare. Dari luas tersebut, sekitar 4,5 hektare sudah berhasil dipadamkan dan sisanya masih dalam tahap pendinginan titik asap.
Personel yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah tujuh orang. Terdiri dari satu anggota TNI, satu anggota Polri, dan lima anggota Masyarakat Peduli Api. Mereka bekerja di bawah cuaca panas dan arah angin kencang yang berubah-ubah. Selain itu, sumber air yang pasang surut dan jauh dari lokasi menjadi hambatan tersendiri dalam proses pemadaman.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim menggunakan satu unit mesin Ministrex, 11 rol selang, empat handprayer mesin, 11 bilah parang, dan enam buah ember. Tim juga membuat pembatas atau blok di sekitar lokasi untuk mencegah api merambat ke lahan lain. Langkah ini penting karena lahan tersebut diketahui dimiliki oleh empat warga, yaitu Pak Ibnu dari Parit Cinta Selamat Desa Pandan Sari, Nasira dari Pekanbaru, Nasik dari Batam, serta Kadri dari Parit Cinta Selamat Desa Pandan Sari.
Serka Yadi Yanto menjelaskan bahwa pemadaman berjalan cukup berat karena kondisi angin yang tidak menentu. Ia mengatakan tim tidak berhenti melakukan pendinginan meski titik api utama sudah padam.
"Kami tidak langsung pulang meski titik api sudah padam. Pendinginan titik asap harus dilakukan terus agar api tidak menyala kembali. Angin yang berubah arah dan panas yang menyengat menjadi tantangan utama kami di lapangan," kata Serka Yadi Yanto.
Sementara itu, anggota Polri yang terlibat dalam kegiatan pemadaman tersebut menambahkan bahwa penyelidikan penyebab kebakaran masih terus dilakukan.
"Penyebab dan sumber api masih dalam penyelidikan. Kami meminta masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan kesehatan," ujarnya.
Di tempat terpisah, Danramil 07/Reteh memberikan apresiasi atas kinerja tim gabungan di lapangan.
"Kami mengapresiasi kerja keras Babinsa bersama Polri dan MPA yang telah berjibaku memadamkan api di Desa Pandan Sari. Kami akan terus memantau perkembangan dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga wilayah ini dari karhutla," tuturnya.
Salah seorang warga sekitar turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim pemadam yang bekerja keras di lokasi.
"Kami bersyukur api bisa padam dengan cepat. Tim sangat sigap meski kondisi lapangan berat dan air sulit didapat. Kami berharap kebakaran seperti ini tidak terulang lagi," kata warga tersebut.
Jarak lokasi kebakaran dari Koramil 07/Reteh mencapai kurang lebih 20 kilometer. Meski demikian, tim tetap bergerak cepat untuk memadamkan api. Pemadaman dan pendinginan masih akan dilakukan hingga titik asap benar-benar hilang agar wilayah tersebut kembali aman.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 07/Reteh Dim 0314/Inhil