Gelar Paparan Konsep Operasi, Pangdam Agus Hadi Fokus Bencana dan Keamanan
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo memimpin langsung paparan konsep operasi di Ruang Yudha Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Kamis (2/4/2026)
PEKANBARU – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo memimpin langsung paparan konsep operasi di Ruang Yudha Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Kamis (2/4/2026) pukul 14.00 WIB, dengan menegaskan seluruh satuan harus siap bergerak cepat menghadapi bencana hingga ancaman keamanan.
Pantauan di lokasi, kegiatan dihadiri para Pejabat Utama (PJU) dan Kepala Badan Pelaksana (Kabalakdam) jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Suasana paparan berlangsung serius, dengan setiap peserta mencermati detail rencana operasi yang dipaparkan secara bertahap.
Paparan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan memastikan seluruh jajaran memahami arah kebijakan operasi.
Pangdam tidak hanya memaparkan konsep, tetapi juga menguji kesiapan satuan dalam merespons berbagai kemungkinan di lapangan.
“Perencanaan harus konkret dan bisa langsung dijalankan. Jangan hanya bagus di atas kertas, tetapi lambat saat dibutuhkan,” tegas Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo di tengah paparan.
Dalam pemaparannya, Pangdam mengurai strategi operasi yang mencakup rencana tindakan serta pelibatan satuan secara terukur. Fokus utama diarahkan pada operasi bantuan kepada pemerintah daerah, khususnya dalam menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah.
Beberapa skenario krusial yang dibahas antara lain penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga tsunami. Selain itu, penanganan konflik sosial serta dukungan terhadap penanggulangan pandemi juga masuk dalam prioritas operasi.
Tidak berhenti di situ, kesiapan pengamanan VVIP, pengamanan pulau terluar, hingga antisipasi aksi terorisme turut menjadi perhatian serius.
Kodam XIX juga menyiapkan pola sinergi dengan instansi terkait dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Menurut Pangdam, kompleksitas ancaman menuntut koordinasi lintas sektor yang kuat. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi sangat bergantung pada kecepatan respons dan soliditas kerja sama.
“Sinergi antar satuan dan instansi harus solid. Kita tidak bisa bekerja sendiri menghadapi situasi yang terus berkembang,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi forum evaluasi kesiapan operasional satuan di lapangan. Dengan pemahaman yang seragam, setiap unsur diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan tepat sasaran.
Di akhir kegiatan, Pangdam meminta seluruh jajaran segera menindaklanjuti hasil paparan dengan langkah nyata. Ia menegaskan tidak ada ruang untuk kelambanan dalam menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.
Langkah ini menegaskan komitmen Kodam XIX/Tuanku Tambusai untuk tetap siaga menjaga stabilitas wilayah, sekaligus menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai ancaman.
Editor :Yefrizal