Kodim 0313 KPR Kebut Pembangunan Jembatan Muara Musu Progres 39 Persen
Kebut Konektivitas Rokan Hulu, Pembangunan Jembatan Gantung Muara Musu Capai Progres 39 Persen
ROKAN HULU — Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, terus dikebut oleh jajaran Kodim 0313/KPR. Hingga Sabtu (25/4/2026), progres fisik proyek strategis ini telah mencapai 39 persen.
Di lokasi pembangunan, aktivitas tampak berjalan intens. Personel TNI bersama tenaga ahli dan warga setempat memanfaatkan cuaca cerah untuk mempercepat pengerjaan. Sejumlah pekerjaan krusial bahkan telah menunjukkan kemajuan signifikan, mulai dari pondasi hingga struktur awal tower.
Jembatan sepanjang 100 meter ini diproyeksikan menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Muara Musu dengan Desa Sirombou Indah dan Desa Sungai Dua Indah. Infrastruktur ini sangat dinantikan oleh sekitar 3.000 jiwa atau 1.000 kepala keluarga yang selama ini terkendala akses akibat kondisi geografis sungai.
Berdasarkan data di lapangan, tahap persiapan lahan dan pondasi telah rampung 100 persen. Sementara itu, pengerjaan struktur tower dan anchor mencapai 50 persen, dan tahap awal ereksi tower sudah dimulai dengan progres 10 persen.
Pengerjaan jembatan ini tidak lepas dari tantangan alam. Sungai dengan lebar sekitar 80 meter serta potensi banjir yang dapat mencapai ketinggian 5 hingga 7 meter menuntut konstruksi berstandar keamanan tinggi. Karena itu, setiap tahapan dilakukan dengan pengawasan ketat.
Dandim 0313/KPR melalui laporan lapangan menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan berjalan aman dan terkendali. Ia memastikan percepatan terus dilakukan agar proyek selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat.
“Kami terus mengawal pengerjaan agar berjalan sesuai jadwal. Jembatan ini adalah harapan bagi ribuan warga Muara Musu untuk mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang lebih layak tanpa harus terhambat oleh aliran sungai,” tulis laporan resmi tim pelaksana.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung program pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah tertinggal dan memperkuat konektivitas wilayah pedesaan. Kehadiran jembatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Jika rampung sesuai target, jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga simbol perubahan bagi warga yang selama ini terisolasi. Akses yang lebih mudah diyakini akan membuka peluang baru di sektor pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan di wilayah tersebut.
Editor :Tim Sigapnews
Source : PENDIM 0313/KPR