Babinsa Parit Benut Temukan Warga Belum Paham Layanan Poskeskal
Karimun, 30 April 2026 — Serda M. Sirait, Babinsa Kelurahan Parit Benut Koramil 01/Balai Kodim 0317/TBK, turun langsung melaksanakan komunikasi sosial di Poskeskal Kelurahan Parit Benut
KARIMUN - Serda M. Sirait, Babinsa Kelurahan Parit Benut Koramil 01/Balai Kodim 0317/TBK, turun langsung melaksanakan komunikasi sosial di Poskeskal Kelurahan Parit Benut, Kamis (30/4) pagi.
Kegiatan ini menyoroti masih rendahnya pemahaman sebagian warga, khususnya lanjut usia, terhadap layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Babinsa menyambangi Poskeskal dan berdialog langsung dengan kader posyandu, Ibu Sulastri, guna menggali kondisi riil di lapangan. Interaksi berlangsung santai namun penuh substansi, membahas akses layanan kesehatan serta kendala yang dihadapi masyarakat.
Serda M. Sirait menegaskan bahwa pendekatan langsung ke masyarakat menjadi langkah efektif untuk mengetahui persoalan mendasar di wilayah binaan.
“Kami menemukan masih banyak warga, terutama lansia, yang belum memahami fungsi dan manfaat Poskeskal. Ini perlu segera ditindaklanjuti melalui edukasi yang lebih intensif,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan informasi menjadi salah satu faktor utama rendahnya pemanfaatan fasilitas kesehatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan dan aparat kewilayahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Ibu Sulastri, selaku kader posyandu, mengakui kondisi tersebut masih terjadi di lapangan.
“Sebagian warga belum terbiasa memanfaatkan layanan yang ada. Perlu pendekatan yang lebih aktif agar mereka mau datang dan memeriksakan kesehatan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Babinsa tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mendorong langkah konkret berupa peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia.
Langkah proaktif Babinsa Parit Benut menunjukkan peran strategis TNI dalam mendukung sektor kesehatan masyarakat dari tingkat bawah.
Dengan deteksi dini dan komunikasi langsung, permasalahan mendasar dapat diidentifikasi lebih cepat, sekaligus membuka ruang solusi bersama demi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah binaan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : PENDAM XIX