Danramil 05/RM Kapten Inf Sudarwanto Instruksikan Babinsa Perketat Patroli Karlahut
Babinsa Koramil 05/RM Kodim 0321/Rohil lakukan patroli Rutin di wilayah binaan.
ROKAN HILIR – Memasuki awal musim kemarau, jajaran Koramil 0321-05/Rimba Melintang (RM) bergerak cepat memperketat pengawasan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir. Sabtu (2/5/2026),
Babinsa Koramil 05/RM, Kopda M. Yusuf Saragih, turun langsung menyisir kawasan semak belukar, areal perkebunan, hingga lahan terbuka di Kepenghuluan Bangko Bakti, Kecamatan Bangko Pusako, guna memastikan wilayah binaan tetap steril dari ancaman titik api.
Pantauan di lapangan, patroli dimulai sejak pagi hari dengan menyusuri sejumlah titik yang sebelumnya masuk kategori rawan Karhutla. Tak hanya melakukan pengecekan fisik kondisi lahan, Babinsa juga berdialog langsung dengan warga setempat, mengajak masyarakat ikut aktif melakukan pengawasan lingkungan secara partisipatif.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan di wilayah Rokan Hilir, yang pada Maret 2026 telah memperpanjang status siaga darurat Karhutla hingga November mendatang. ([mediacenter.rohilkab.go.id][1])
Di sela patroli, Kopda M. Yusuf Saragih terlihat beberapa kali berhenti untuk memeriksa area semak kering serta titik-titik yang dinilai rentan terbakar akibat cuaca panas dan aktivitas pembukaan lahan.
Komandan Koramil 05/Rimba Melintang, Kapten Inf Sudarwanto, menegaskan bahwa seluruh personel Babinsa telah diperintahkan meningkatkan intensitas patroli di wilayah-wilayah rawan.
"Saya telah memerintahkan seluruh jajaran, termasuk Kopda M. Yusuf Saragih di Bangko Bakti, untuk rutin melaksanakan patroli dialogis dan memastikan wilayah binaan tetap aman dari ancaman kebakaran," tegas Kapten Sudarwanto saat dikonfirmasi.
Menurutnya, patroli lapangan bukan sekadar mencari titik api, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar.
"Edukasi kepada masyarakat adalah kunci utama. Dengan rutinnya Babinsa turun ke lapangan, kami berharap muncul kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan meninggalkan praktik pembakaran lahan," tambahnya.
Langkah antisipasi ini dinilai penting mengingat wilayah Bangko Pusako sebelumnya juga pernah mengalami insiden Karhutla yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan masyarakat dalam proses pemadaman pada akhir 2025.
Hingga patroli berakhir, hasil penyisiran di sejumlah titik di Kepenghuluan Bangko Bakti menunjukkan kondisi aman dan terkendali. Tidak ditemukan hotspot maupun aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan.
Sinergi TNI bersama masyarakat diharapkan terus terjaga, sehingga wilayah Bangko Pusako tetap kondusif dan bebas dari ancaman bencana Karhutla selama musim kemarau 2026.
Editor :Tim Sigapnews