Babinsa Turun Tangan, Edukasi Warga Soal Isu BBM di Pekanbaru
Pekanbaru — Menyikapi isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru, Babinsa Koramil 02/Kota Kodim 0301/Pekanbaru, Pratu Shadam Putra, bergerak cepat melakukan komunikasi sosial (komsos) kepada masyarakat guna meredam kepanikan.
Kegiatan tersebut dilakukan di sela patroli dan monitoring wilayah, salah satunya di Jalan Belimbing, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (4/5/2026). Dalam kesempatan itu, Pratu Shadam menyambangi warga dan para pedagang untuk memberikan pemahaman terkait kondisi ketersediaan BBM yang sebenarnya, sekaligus meluruskan informasi yang beredar.
Beberapa hari terakhir, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular di sejumlah SPBU akibat isu kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Biosolar. Kondisi ini sempat memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru.
Dalam keterangannya, Pratu Shadam menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Ia mengacu pada informasi resmi dari Pemerintah Provinsi Riau dan pihak Pertamina yang memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan terkendali.
“Warga tidak perlu khawatir. Stok BBM di wilayah Riau, khususnya Pekanbaru, mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ketersediaan BBM di terminal utama seperti Terminal BBM Dumai dan Sei Siak dalam kondisi mencukupi. Selain itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.
“Distribusi BBM ke SPBU juga terus dipantau selama 24 jam, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pratu Shadam mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying yang justru dapat memperparah situasi.
“Belilah BBM sesuai kebutuhan. Jangan terprovokasi isu hoaks yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Babinsa juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM. Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan, warga diminta segera melaporkan melalui Call Center Pertamina di nomor 135.
Salah seorang warga, Budi (40), mengaku sempat khawatir melihat antrean panjang di SPBU. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Babinsa, ia merasa lebih tenang.
“Awalnya kami kira memang terjadi kelangkaan. Tapi setelah dijelaskan ternyata stok aman, jadi kami tidak panik lagi,” ungkapnya.
Terpisah, Danramil 02/Kota Kodim 0301/Pekanbaru, Mayor Arm Febrizal, menegaskan bahwa seluruh Babinsa telah diinstruksikan untuk aktif turun ke lapangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami tekankan kepada seluruh Babinsa agar terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pemahaman yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu valid,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, ketenangan dan sikap bijak masyarakat sangat dibutuhkan agar kondisi tetap aman dan terkendali.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi hoaks, serta membeli BBM sesuai kebutuhan. Pada prinsipnya stok aman dan distribusi terus berjalan,” pungkasnya.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Koramil 02 Kota