Tim Gabungan TNI dan KPLP Pantau Pelabuhan Panipahan
Jumat, 8 Mei 2026 – Tim gabungan Koramil 0321-04/Kubu, TNI, TNI-AL, Polairud, dan KPLP melakukan patroli pengawasan orang asing di Pelabuhan Penumpang Obak, Panipahan. Hasilnya, tidak ada Warga Negara Asing (WNA) maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk atau kembali ke daerah itu.
Patroli yang dipimpin Koptu GV Ginting ini melibatkan satu anggota TNI, satu anggota TNI-AL, personel Polairud, serta tujuh anggota KPLP. Kegiatan ini bertujuan memastikan keamanan pelabuhan sekaligus mencegah masuknya WNA tanpa izin.
“Hasil patroli hari ini aman dan tertib. Tidak ditemukan WNA maupun PMI yang kembali,” ujar Koptu GV Ginting yang memimpin langsung pengawasan di lapangan.
Kegiatan patroli dimulai pagi hari dan berlangsung hingga sore. Tim gabungan bergerak menyisir area terminal penumpang, memeriksa dokumen perjalanan, serta melakukan pemantauan langsung terhadap setiap orang yang masuk maupun keluar pelabuhan.
Menurut Danramil 0321-04/Kubu, patroli ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan nasional sekaligus berinteraksi dengan mobilitas orang asing. “Kami berkomitmen menjaga pelabuhan tetap aman. Patroli seperti ini akan terus dilakukan agar potensi pelanggaran dapat diminimalkan,” jelasnya.
Selain itu, kerja sama dengan Polairud dan KPLP diukur memperkuat pengawasan. Kapal patroli dan petugas lapangan saling mendukung untuk memastikan semua aktivitas pelabuhan tercatat dan terkendali.
Meskipun hasil patroli kali ini nihil, pihak Koramil menegaskan tidak akan menurunkan kewaspadaan. Setiap pintu masuk pelabuhan akan tetap menjadi fokus pengawasan ketat, terutama menjelang musim ramai penumpang.
Sebagai catatan, pengawasan orang asing di Pelabuhan Penumpang Obak termasuk dalam rangkaian operasi rutin Koramil 0321-04/Kubu sepanjang tahun 2026. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bagi bahwa masyarakat aparat keamanan aktif menjaga perbatasan dan titik transportasi penting.
Dengan pengawasan yang konsisten, pelabuhan diharapkan tetap bebas dari aktivitas ilegal dan potensi risiko keamanan dapat diminimalkan.
Editor :Tim Sigapnews