Ngopi Bareng Warga, Cara Humanis Babinsa Sukajadi Jaga Kedekatan
Pekanbaru - Di bawah atap seng sebuah warung sederhana di pinggir Jalan Beringin, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya, suasana siang terasa hangat. Angin pelan berhembus, sementara lalu lalang kendaraan di jalan utama menjadi latar kehidupan yang terus berjalan.
Di sebuah meja kayu yang mulai usang, Babinsa Koramil 06/Sukajadi Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Parjo duduk santai bersama tiga warga. Mengenakan seragam loreng khas TNI dengan tulisan “Babinsa” di lengannya, ia tampak begitu membaur tanpa jarak, tanpa sekat.
Cangkir-cangkir kopi dan gelas air tersaji di atas meja. Di sela percakapan, sesekali terdengar tawa ringan yang memecah suasana. Percakapan mengalir begitu saja mulai dari pekerjaan sehari-hari, kondisi lingkungan, hingga cerita ringan khas warung yang penuh keakraban.
Bagi Serka Parjo, warung seperti ini bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang bertemu dan menyatu dengan masyarakat. "Di tempat seperti inilah kita bisa benar-benar dekat dengan warga. Tidak formal, tapi justru lebih terbuka. Apa pun bisa dibicarakan," katanya sambil tersenyum, Rabu (13/5/2026).
Ia menambahkan komunikasi sosial (komsos) yang dilakukan dengan santai justru lebih efektif dalam menyerap informasi dari masyarakat. Kedekatan emosional yang terbangun membuat warga tidak segan untuk berbagi cerita maupun menyampaikan kondisi di lingkungan mereka.
Suwarno, salah seorang warga yang duduk bersama mengaku kehadiran Babinsa sudah seperti bagian dari kesekharian mereka. "Pak Babinsa ini sering duduk di sini, ngobrol dengan kami. Jadi rasanya seperti kawan sendiri, bukan orang jauh," ungkapnya.
Rinaldi, Pemilik warung pun merasakan hal yang sama. Warung kecilnya bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang hangat antara aparat dan masyarakat. “Kalau dia datang, suasana jadi hidup. Banyak cerita, banyak tawa. Kami merasa diperhatikan,” katanya.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dengan cara yang sederhana dan membumi, menjadi cerminan nyata pendekatan humanis yang selama ini dijalankan.
Di tempat terpisah, Danramil 06/Sukajadi, Kapten Inf Tayung Chaniago, saat ditemui di ruang kerja menegaskan bahwa pola pendekatan seperti ini memang menjadi penekanan bagi seluruh Babinsa di jajarannya.
“Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada kegiatan formal. Dengan duduk bersama, bercengkerama, mereka bisa memahami kondisi wilayah secara langsung,” jelasnya.
Menurutnya, komunikasi yang dibangun dari kedekatan seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan lingkungan.
Siang itu, di warung kecil pinggir jalan, tidak ada sekat antara seragam dan rakyat yang ada hanyalah kebersamaan dalam tawa, dalam cerita dan dalam rasa saling percaya yang terus tumbuh.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Koramil 06 Sukajadi