Prajurit dan Warga Pacu Pembangunan Jembatan Penghubung di Kuansing
Prajurit dan Warga Pacu Pembangunan Jembatan Penghubung di Kuansing
suara palu dan gergaji terdengar bersahutan di tengah hamparan perkebunan sawit. Sejumlah prajurit tampak memotong papan, menyusun rangka kayu, hingga merakit pondasi besi jembatan. Sementara tim lainnya fokus menyiapkan jalur lintasan agar proses pembangunan berjalan tepat waktu.
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu upaya mempercepat akses transportasi masyarakat antar desa yang selama ini cukup sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Kehadiran jembatan gantung tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas warga sehari-hari.
Salah seorang personel di lokasi mengatakan pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kekuatan konstruksi.
“Pembangunan terus kami kebut agar masyarakat segera dapat menikmati akses yang lebih aman dan mudah. ??Saat ini kami fokus pada persiapan lintasan dan pondasi awal,” katanya di sela kegiatan.
Selain personel TNI, warga sekitar juga turun langsung membantu pengerjaan. Mereka mengangkat material, menyiapkan kayu, hingga membantu proses pengukuran lintasan jembatan. Kebersamaan itu membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat selesai.
Kepala desa setempat menyebut pembangunan jembatan gantung ini sudah lama dinantikan masyarakat karena menjadi jalur penting penghubung dua wilayah kecamatan. Menurutnya, selama ini warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai desa tujuan.
“Jika jembatan ini selesai, akses warga akan jauh lebih singkat. Ini sangat membantu aktivitas masyarakat dan perekonomian desa,” katanya.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap III menjadi bukti kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membuka akses wilayah pedesaan. Dengan semangat gotong royong, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Kuansing.
Editor :Tim Sigapnews
Source : pendim 0302/inhu