Babinsa Rangsang Barat Sisir Hutan, Karhutla Diwaspadai Ketat
Babinsa setempat dari koramil jajaran wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti turun langsung melakukan patroli terpadu di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat.
KEPULAUAN MERANTI – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memasuki musim rawan, jajaran Tentara Nasional Indonesia kembali meningkatkan pengawasan di wilayah binaan. Minggu (17/5/2026), Babinsa setempat dari koramil jajaran wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti turun langsung melakukan patroli terpadu di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat.
Patroli yang dimulai sejak pagi itu menyasar kawasan hutan, semak belukar, lahan perkebunan masyarakat, hingga titik-titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Selain melakukan pengecekan kondisi lapangan, Babinsa juga aktif berdialog dengan warga yang ditemui di sekitar area patroli.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif guna menekan potensi munculnya titik api yang dapat memicu bencana asap, merusak ekosistem, dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Babinsa memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca mulai panas dan vegetasi mengering.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Satu titik api kecil bisa berubah menjadi bencana besar jika tidak dicegah sejak awal,” tegas Babinsa kepada warga saat patroli berlangsung.
Selain menyampaikan pesan pencegahan, Babinsa juga mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan sebagai sumber kehidupan, penyedia oksigen, sumber air, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan.
Menurut Babinsa, keberhasilan mencegah karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, tokoh masyarakat, hingga generasi muda di desa.
“Kalau masyarakat peduli dan cepat melapor ketika melihat asap atau titik api, potensi kebakaran bisa segera ditangani sebelum meluas,” ujarnya.
Kehadiran aparat di lapangan mendapat sambutan positif dari warga Desa Bantar. Sejumlah masyarakat menyatakan siap mendukung langkah pencegahan dan ikut menjaga wilayah agar tetap bebas dari ancaman kebakaran.
Patroli berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Langkah yang dilakukan Babinsa di wilayah Rangsang Barat ini kembali menegaskan bahwa perang melawan karhutla tidak dimulai saat api membesar, tetapi sejak langkah kaki aparat menyusuri hutan dan mengetuk kesadaran masyarakat dari desa.
Editor :Tim Sigapnews