Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Mulai Tahap Pelangsiran Material dan Pengecoran Lobang Angkur
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Mulai Tahap Pelangsiran Material dan Pengecoran Lobang Angkur
KUANTAN SINGINGI – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun III Desa Sukaraja, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, mulai memasuki tahap pelangsiran bahan material dan pengecoran lobang angkur jembatan gantung, Senin (25/05/2026).
Pantauan di lokasi pekerjaan menunjukkan personel TNI bersama masyarakat setempat bergotong royong melaksanakan proses pelangsiran material serta pengecoran lobang angkur sebagai bagian awal pembangunan jembatan gantung tersebut.
Jembatan Perintis Garuda dibangun untuk menghubungkan Desa Sukaraja dengan wilayah Hulu Teso sekaligus menjadi jalur alternatif masyarakat, terutama bagi para pelajar ketika musim banjir tiba.
Adapun pembangunan jembatan gantung tersebut memiliki panjang bentangan sekitar 25 meter dengan lebar sungai kurang lebih 20 meter. Kedalaman air sungai berkisar antara 5 hingga 7 meter, sementara saat banjir ketinggian air dapat mencapai 2 meter dengan kecepatan arus normal sekitar 2 meter per detik.
Saat dihubungi suaralira.com, Babinsa Kodim 0302/Inhu yang berada di lokasi pekerjaan menyampaikan bahwa pada hari ini proses pembangunan sudah memasuki tahap pelangsiran bahan material dan pengecoran lobang angkur.
“Hari ini sudah mulai proses pelangsiran bahan material dan pengecoran lobang angkur pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dusun III Desa Sukaraja,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, personel TNI bersama masyarakat ikut membantu agar proses pembangunan berjalan lancar.
“Dalam pekerjaan ini pihak TNI bersama beberapa masyarakat turut membantu proses pengerjaan,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut sangat penting karena dapat mempersingkat jarak tempuh masyarakat antara Desa Sukaraja dan wilayah Hulu Teso.
“Jika diumpamakan, perbedaan waktu perjalanan antara dua desa tersebut sekitar 30 menit dengan selisih jarak kurang lebih 10 kilometer. Karena itu dibangun jembatan ini pada titik yang dianggap paling tepat,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Sukaraja yang enggan disebutkan namanya mengaku senang dengan dimulainya pembangunan jembatan tersebut karena sangat dibutuhkan masyarakat dan anak-anak sekolah.
“Kami merasa senang karena jembatan Garuda ini memang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk anak sekolah,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa terdapat ratusan kepala keluarga yang bermukim di wilayah Desa Sukaraja dan daerah sekitarnya yang nantinya akan merasakan manfaat dari pembangunan jembatan tersebut.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pendim 0302/Inhu