Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Pulau Burung, Sinergi TNI-Polri-Pemda-Perusahaan atasi Karhutla
Babinsa Koramil 11 Pulau Burung Serda Ahmad Feri melaksanakan Pengecekan Peralatan Pemadam Kebakaran dalam Kegiatan Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Wilayah Kecamatan Pulau Burung
Pulau Burung, 23 Mei 2026 – Dalam rangka penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026, PT RSUP menggelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di area PT RSUP-PKB Km 09, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, manajemen perusahaan, personel pemadam kebakaran perusahaan, pengamanan Brimob, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolsek Pulau Burung, AKP Dr. Irwanto Tanjung, SH, MH, yang bertindak sebagai pemimpin apel sekaligus memeriksa kesiapan personel dan peralatan penanggulangan Karhutla. Hadir dalam kegiatan tersebut COO PT RSUP Anton Bagus Asmara, Sekcam Pulau Burung Rio Fanta, S.STP, GM PT RSUP-PKB H. Amir, perwakilan Danramil 11/PBR Serda Ahmad Feri Fahrudin, personel Koramil dan Polsek Pulau Burung, Brimob PAM PT RSUP, Humas PT RSUP Budi Fitrah, Ketua Damkar PT RSUP Lintang, serta sekitar 150 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pulau Burung.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla milik PT RSUP, meliputi tujuh unit mesin damkar Tohatsu VS 82, dua unit mesin damkar jinjing mini Tracker Honda GXH50, 200 roll selang damkar ukuran 2,5 inci, 400 roll selang ukuran 1,5 inci, 40 unit baju damkar, 20 unit helm, 15 unit nozel, dan lima unit motor win. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat kebakaran hutan dan lahan.
Kapolsek Pulau Burung AKP Dr Irwanto Tanjung menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh elemen merupakan kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla. “Apel ini bukan sekedar kegiatan seremonial, namun bentuk komitmen bersama untuk memastikan personel maupun peralatan siap digunakan setiap saat. Pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir,” ujarnya.
Sekcam Pulau Burung Rio Fanta, S.STP menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya apel kesiapsiagaan tersebut. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, hingga masyarakat. “Pemerintah Kecamatan Pulau Burung mendukung penuh upaya pencegahan Karhutla. Melalui kegiatan ini, kami berharap komunikasi dan komunikasi antarinstansi semakin kuat sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” katanya.
Sementara itu, COO PT RSUP Anton Bagus Asmara menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen penuh dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui penyediaan sarana prasarana yang memadai, peningkatan kapasitas personel, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kesiapsiagaan adalah langkah utama dalam menghadapi musim kemarau. Kami terus memperkuat sistem pencegahan, meningkatkan kemampuan tim di lapangan, dan membangun sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, serta masyarakat agar potensi Karhutla dapat dicegah sedini mungkin,” tegasnya.
Mewakili Danramil 11/PBR, Serda Ahmad Feri Fahrudin mengapresiasi pelaksanaan apel kesiapsiagaan tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara seluruh pemangku kepentingan merupakan modal utama dalam menghadapi musim kemarau. “TNI siap mendukung setiap langkah pencegahan dan penanganan Karhutla. Dengan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi yang baik, diharapkan potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ungkapnya.
Salah seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), Suyanto, mengaku siap berperan aktif membantu pencegahan kebakaran di lingkungan desa. “Kami merasa lebih percaya diri karena mendapat dukungan dan pelatihan dari perusahaan, TNI, dan Polri. Jika ada indikasi kebakaran, kami siap bergerak cepat bersama tim,” tuturnya.
Kegiatan Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 di Kecamatan Pulau Burung berakhir pada pukul 13.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga wilayah Pulau Burung tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan melalui kesiapan personel, peralatan, serta sinergi lintas sektor.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Lapgiatbabinsa