Yonif TP 952/IB Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran di Bengkalis
Prajurit Yonif TP 952/IB mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran di Bengkalis guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat.
BENGKALIS - Puluhan prajurit Yonif TP 952/IB mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran yang dilaksanakan di area lapangan satuan di Bengkalis. Dalam kegiatan tersebut, personel terlihat mengenakan pakaian pelindung khusus pemadam kebakaran lengkap dengan helm keselamatan, sepatu pelindung, serta perlengkapan pemadaman lainnya.
Latihan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, baik di lingkungan markas maupun di tengah masyarakat. Para peserta diberikan pelatihan teknis mulai dari penggunaan selang pemadam, teknik pengamanan diri, hingga prosedur penanganan keadaan darurat secara cepat dan tepat.
Komandan Yonif TP 952/IB Letkol Inf Andy Supartono S.S.T.Han, S.I.P. mengatakan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemampuan prajurit agar memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.
“Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit dalam penanggulangan kebakaran sehingga personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan dasar penanganan kebakaran sangat penting dimiliki setiap personel karena kondisi darurat dapat terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, latihan dilakukan secara rutin agar seluruh prajurit memahami prosedur keselamatan dan mampu bekerja sama dengan baik saat melaksanakan penanganan di lapangan.
Selain praktik pemadaman api, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya disiplin serta koordinasi antaranggota. Para personel tampak saling bekerja sama saat melakukan penggelaran selang dan simulasi penanganan kebakaran. Situasi latihan dibuat menyerupai kondisi nyata guna melatih respons cepat setiap prajurit.
Salah seorang instruktur pelatihan menyampaikan bahwa penggunaan alat pelindung diri menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan personel saat melakukan pemadaman api.
“Keselamatan anggota harus menjadi prioritas utama. Karena itu setiap personel wajib memahami cara penggunaan perlengkapan sebelum turun melakukan penanganan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru mengenai teknik penanganan kebakaran yang benar. “Kami jadi lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran dan bagaimana menggunakan peralatan dengan aman,” ungkapnya.
Melalui latihan tersebut, Yonif TP 952/IB berharap seluruh personel semakin profesional dan siap menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat demi menjaga keamanan serta keselamatan bersama.
Editor :Tim Sigapnews