Babinsa KTM Patroli Perbatasan, Cegah Karhutla Sejak Dini
Melalui patroli rutin dan pendekatan humanis kepada masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus menciptakan situasi wilayah desa binaan yang aman, kondusif, dan bebas dari ancaman Karhutla.
KAMPAR – Babinsa Koramil 06/KTM mengintensifkan patroli di sejumlah kawasan perbatasan dan titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah desa binaan, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini menghadapi potensi kebakaran yang kerap meningkat saat cuaca panas dan musim kemarau.
Sejak pagi, Babinsa menyusuri sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Selain memantau kondisi lahan dan vegetasi, personel TNI juga memastikan tidak ditemukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
Patroli tersebut dilakukan untuk mendeteksi sejak dini potensi munculnya titik api sekaligus memperkuat pengawasan di kawasan perbatasan desa yang selama ini menjadi perhatian dalam upaya pencegahan karhutla.
Di sela kegiatan, Babinsa turut melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat yang ditemui di lapangan. Warga diberikan edukasi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta dampak yang ditimbulkan, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga ancaman sanksi hukum.
“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun,” ujar salah seorang Babinsa saat memberikan sosialisasi kepada warga.
Kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat mendapat respons positif. Warga menilai patroli rutin dan pendekatan persuasif yang dilakukan Babinsa mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah terjadinya karhutla.
Koramil 06/KTM menegaskan bahwa patroli dan sosialisasi akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga wilayah tetap aman dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Melalui sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan risiko karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga lingkungan tetap terjaga, aktivitas masyarakat berjalan normal, serta kualitas udara tetap sehat bagi seluruh warga.
Editor :Tim Sigapnews