Babinsa Serda D Simanjuntak Sulap Kolam Eco Park Jadi Penopang Ketahanan Pangan
Serda D Simanjuntak, anggota Koramil 03/Mandau, merawat kolam ikan di kawasan Eco Park Simpang Bangko sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan lokal
BENGKALIS – Upaya memperkuat ketahanan pangan lokal terus dilakukan di Kecamatan Bathin Solapan. Sabtu (30/5/2026), anggota Koramil 03/Mandau, Serda D. Simanjuntak, terlihat merawat kolam budidaya ikan di kawasan Eco Park Simpang Bangko, Desa Kesumbo Ampai, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Sejak pagi, Serda D. Simanjuntak bersama sejumlah pihak yang terlibat di kawasan wisata tersebut melakukan pengecekan kondisi kolam, membersihkan area budidaya, mengontrol kualitas air, serta memastikan kebutuhan pakan ikan terpenuhi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga produktivitas kolam sekaligus mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan publik secara produktif. Selain berfungsi sebagai sarana wisata dan ruang terbuka hijau, kawasan Eco Park kini juga menjadi lokasi budidaya ikan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga setempat.
Menurut Serda D. Simanjuntak, perawatan kolam dilakukan secara rutin agar pertumbuhan ikan tetap optimal dan hasil panen dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kontribusi nyata untuk kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan di mana saja, termasuk di kawasan wisata. Dengan perawatan yang baik, kolam ini bisa menjadi sumber pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, budidaya ikan di Eco Park dilakukan dengan metode ramah lingkungan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem di kawasan wisata.
Hasil panen dari kolam budidaya itu nantinya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar. Sebagian hasil produksi juga dipasarkan dengan harga yang terjangkau sehingga dapat membantu warga memperoleh sumber protein berkualitas dengan biaya lebih rendah.
Keberadaan kolam ikan tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa kawasan publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui program ketahanan pangan berkelanjutan.
Program ini mendapat respons positif dari warga karena dinilai mampu menggabungkan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam satu kegiatan yang bermanfaat. Selain mempercantik kawasan Eco Park, budidaya ikan tersebut juga menjadi langkah konkret mendukung kemandirian pangan di tingkat lokal.
Dengan perawatan yang terus dilakukan, kolam budidaya ikan di Eco Park Simpang Bangko diharapkan mampu menghasilkan panen berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi pengembangan program ketahanan pangan berbasis masyarakat di wilayah lainnya.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Koramil 03 Mandau