APEL KESIAPSIAGAAN KARHUTLA KECAMATAN TAMBUSAI TAHUN 2026 “Siaga Sejak Dini, Tambusai Bebas Asap”
Tambusai, ** – Memasuki musim kemarau dan sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan, Kecamatan Tambusai menggelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Kantor Camat Tambusai, Rabu pagi pukul 9.13Wib 3 Juni 2026
APEL KESIAPSIAGAAN KARHUTLA KECAMATAN TAMBUSAI TAHUN 2026
“Siaga Sejak Dini, Tambusai Bebas Asap”
**Tambusai** – Memasuki musim kemarau dan sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan, Kecamatan Tambusai menggelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Kantor Camat Tambusai, Rabu pagi pukul 9.13Wib 3 Juni 2026
Apel dipimpin langsung oleh Muammer Qhadafi S.sos selaku Camat Tambusai, dihadiri unsur Forkopimcam, Kapolsek Tambusai , Danramil Kapten Inf Anapison , SH, Kepala UPT KPH , Manggala Agni, BPBD Kabupaten Rokan Hulu, kepala desa se-Kecamatan Tambusai, relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan perkebunan, serta pelajar dan tokoh masyarakat.
**Camat Tambusai ** dalam amanatnya menegaskan bahwa apel ini menjadi bentuk komitmen bersama mencegah karhutla di wilayah Tambusai yang memiliki lahan gambut cukup luas dan rawan terbakar.
“Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kita semua harus siaga sejak dini. Deteksi cepat, lapor cepat, dan padamkan cepat. Jangan ada lagi pembukaan lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.
Fakta Apel:
Personel: Sebanyak [100] personel gabungan TNI, Polri, BPBD, MPA, perusahaan, dan relawan.
Sarpras: Ditampilkan 5unit pompa air, 1 unit mobil pemadam, sepeda motor pemadam, serta peralatan manual seperti cangkul, kepyok, dan jet shooter.
Simulasi: Dilakukan simulasi pemadaman api di lahan gambut oleh Manggala Agni dan MPA sebagai bentuk kesiapan di lapangan.
**Danramil 11 Tambusai** menambahkan, pihaknya bersama TNI akan meningkatkan patroli terpadu di desa-desa rawan karhutla dan menindak tegas pelaku pembakaran lahan sesuai UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.Kapten Inf Anapison, SH.
Sementara itu, Hablum SE selaku perwakilan kepala desa menyatakan kesiapan masyarakat untuk menjaga wilayah masing-masing. “Kami sudah bentuk posko karhutla di setiap desa dan aktifkan ronda api. Kalau ada titik panas, langsung kami tangani bersama,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pemeriksaan pasukan dan peralatan, serta penandatanganan komitmen bersama “Tambusai Siaga Karhutla 2026” oleh seluruh unsur yang hadir.
Dengan apel ini, Kecamatan Tambusai menargetkan nol titik api selama musim kemarau 2026 dan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan serta segera melapor jika melihat asap atau api ke posko terdekat.
Editor :Tim Sigapnews