Jalan Kaki Tempuh 45 KM, Tim Gabungan Koramil 01/Bangko Kepung Karhutla 7,5 Hektare di Pekaitan
Personel TNI-AD bersama tim gabungan menerjang asap pekat saat mengarahkan nozel mesin mini striker untuk memutus perambatan api pada hari kedua proses pemadaman karhutla di wilayah Kecamatan Pekaitan, Rokan Hilir, Kamis (4/6/2026). (Foto: Laporan Ju
ROKAN HILIR – Tim gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait terus berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Hingga Kamis (4/6/2026), kebakaran yang melanda lahan gambut di Kepenghuluan Sungai Besar, Jalan Kenanga, Kecamatan Pekaitan telah memasuki hari kedua proses pemadaman.
Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Anggota Koramil 01/Bangko di bawah pimpinan Sersan Mayor Windi Aryono. Bersama tim gabungan, personel TNI melakukan verifikasi titik hotspot dan berjibaku melokalisir kobaran api yang membakar semak belukar di atas lahan gambut kering tersebut.
Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriyadi S.Hub.,Int.,menegaskan bahwa seluruh personel di jajaran Kodim 0321/Rohil berkomitmen penuh untuk mengatasi karhutla sekecil apa pun di wilayahnya.
"Kami telah menginstruksikan Koramil jajaran untuk bergerak cepat melakukan verifikasi dan melokalisir setiap titik api yang muncul. Sinergi antara TNI, Polri, Manggala Agni, pihak swasta, dan masyarakat adalah kunci utama agar kebakaran ini tidak semakin meluas," ujar Dandim 0321/Rohil.
Berdasarkan data di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ± 7,5 hektare. Kerja keras tim gabungan yang terdiri dari 3 personel TNI-AD, 10 personel Polri, 10 anggota Manggala Agni, 10 karyawan PT Jatim, serta 5 warga masyarakat telah berhasil memadamkan sekitar ± 2 hektare lahan.
Wadanramil 01/Bangko Kapten Cba (K) Karnilawati menjelaskan bahwa medan yang sulit menjadi tantangan berat bagi para petugas di lapangan. Jarak tempuh dari posko menuju sasaran mencapai ± 45 kilometer melalui jalur darat, dan akses menuju titik api hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.
"Kondisi di lapangan cukup berat karena lahan berupa tanah gambut kering yang mudah terbakar, ditambah cuaca panas berangin dan sumber air yang sangat terbatas. Meski akses ke titik api hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, anggota kami bersama tim gabungan tetap pantang mundur menggunakan 3 unit mesin mini striker dan puluhan selang untuk memutus perambatan api," jelas Wadanramil 01/Bangko.
Melihat kondisi cuaca ekstrem di lokasi, Wadanramil 01/Bangko Kapten Cba (K) Karnilawati memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjaga lingkungan dan tidak memicu titik api baru.
"Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat dan pihak perusahaan untuk sama sekali tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Dalam kondisi cuaca panas berangin dan tanah gambut yang kering seperti saat ini, percikan api kecil bisa dengan cepat meluas menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan dan merugikan kita semua," tegas Kapten Cba (K) Karnilawati.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus bersiaga di lokasi untuk memadamkan sisa titik api yang berada di koordinat N 1.99687084, E 100.78431053. Sementara itu, penyebab kebakaran dan status pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak berwenang.(AnD)
(Laporan Jurnalis Tim P
endam XIX/TT Srt Andi)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX