Pantang Pulang Sebelum Padam! Aksi Personel Gabungan Terjang Medan Ekstrem Demi Jinakkan Api di Sung
PANTANG MUNDUR: Di tengah cuaca panas ekstrem dan keterbatasan air, tim gabungan terus berjibaku menjinakkan sisa titik api di atas lahan gambut kering seluas 7,5 hektar di wilayah Kecamatan Pekaitan, Jumat (05/06/2026).
SIGAPNEWS | PEKAITAN – Cuaca panas ekstrem dan angin kencang tidak menyurutkan nyali tim gabungan di Kabupaten Rokan Hilir. Hingga Jumat (05/06/2026), memasuki hari ketiga pertempuran melawan pekatnya asap, personil TNI dari Koramil 01/Bangko bersama POLRI, Manggala Agni, pihak swasta, dan warga terus berjibaku menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Pekaitan.
Amukan si jago merah kali ini melahap sekitar 7,5 hektar lahan gambut kering dan semak belukar di Jalan Kenanga, Kepenghuluan Sungai Besar. Berkat respons cepat dan strategi yang matang, tim di lapangan berhasil mengisolasi dan memadamkan lahan seluas 5 hektar. Namun, sisa titik api masih terus dipantau intensif agar tidak kembali meluas.
Perjuangan garis depan ini dipimpin langsung oleh Serma Windi Aryono dari Koramil 01/Bangko. Menembus lokasi kebakaran bukanlah perkara mudah. Tim harus menempuh jarak sejauh 45 kilometer dari Posko utama, di mana titik akhir menuju pusat api hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.
"Akses jalan kaki menjadi tantangan terberat bagi personil di lapangan, apalagi kondisi lahan merupakan gambut kering yang sangat mudah terbakar saat ditiup angin kencang," ungkap perwakilan tim di lokasi.
Di bawah terik matahari yang menyengat, sebanyak 38 personil gabungan—terdiri dari 3 anggota TNI, 10 personil POLRI, 10 anggota Manggala Agni, 10 pekerja PT Jatim, dan 5 warga lokal—saling bahu-membahu. Mereka mengandalkan 3 unit mesin mini striker, puluhan unit selang, serta dukungan 2 unit alat berat untuk membuat sekat bakar penahan api.
Babinsa Kepenghuluan Sungai Besar, Serka Harsono, yang berada langsung di lokasi pemadaman mengungkapkan beratnya realitas yang dihadapi tim di lapangan, terutama terkait karakteristik lahan gambut dan pasokan air.
"Kondisi di lapangan saat ini memang cukup menguras tenaga. Karakteristik tanah gambut yang kering membuat api cepat merambat di bawah permukaan, ditambah angin kencang yang sewaktu-waktu bisa memicu api kembali menyala. Saat ini hambatan terbesar kami adalah akses yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, serta persediaan air di sekitar lokasi yang mulai terbatas. Namun, kami bersama seluruh tim gabungan tetap bertahan dan berkomitmen penuh untuk mengisolasi api hingga benar-benar padam total," tegas Serka Harsono.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus bersiaga dan melakukan penyiraman di titik-titik krusial. Mengenai dalang di balik kebakaran hebat ini, pihak berwenang menegaskan bahwa status pemilik lahan serta penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan intensif.
Melalui momentum ini, Koramil 01/Bangko bersama instansi terkait kembali mengimbau dengan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah kondisi cuaca yang sangat rawan seperti sekarang.(Srt Andi)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX (AnD)