Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yonif TP 849/BS Buka Lahan Pertanian di Desa Linau
Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) TP 849/Beladau Sakti membuka lahan pertanian baru di Desa Linau
LINGGA — Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) TP 849/Beladau Sakti membuka lahan pertanian baru di Desa Linau pada Juni 2026. Aksi nyata ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menginspirasi masyarakat setempat agar lebih produktif dalam memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari program pelatihan teritorial Yonif TP 849/BS dalam mendukung pelestarian pangan nasional dari tingkat desa. Para prajurit bergotong-royong membersihkan dan mengolah lahan potensial yang selama ini belum tergarap secara maksimal agar siap ditanami komoditas pangan.
Komandan Yonif TP 849/Beladau Sakti menyatakan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, TNI berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan dan memberikan contoh nyata kepada warga.
“Kami membuka lahan pertanian ini bukan hanya untuk memperkuat stok pangan, tetapi juga sebagai stimulus bagi masyarakat. Kami ingin mengumumkan bahwa lahan yang ada di sekitar kita memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik,” ujarnya saat meninjau langsung proses pembukaan lahan di Desa Linau.
Ia juga menambahkan bahwa personel Yonif TP 849/BS tidak sekadar membuka lahan, melainkan akan terus meredam warga dalam proses penanaman hingga masa panen tiba. Melalui pendampingan ini, pihak TNI berharap sektor pertanian di Desa Linau dapat berkembang lebih maju dan mandiri.
Sementara itu, warga Desa Linau menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari para prajurit TNI tersebut. Kehadiran program ini dinilai sangat membantu membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya optimalisasi lahan tidur demi memenuhi kebutuhan pangan kedepannya.
Melalui kegiatan yang berlangsung sepanjang Juni 2026 ini, Yonif TP 849/BS berharap kemanunggalan antara TNI dan rakyat dapat semakin erat. Selain itu, optimalisasi lahan yang ditargetkan mampu mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi melalui sektor pertanian yang berkelanjutan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : PENYONIFTP849