Tim Mabesad Uji Kesiapan Tempur Prajurit Yonif 898 dan 132
Prajurit Yonif TP 898/PC mengikuti Uji Petik Kesiapan Tempur oleh Tim Mabesad di Markas Yonif 132/BS
KAMPAR – Prajurit Batalyon Infanteri TP 898/PC bersama personel Yonif 132/Bima Sakti menjalani Uji Petik Kesiapan Tempur yang digelar tim Mabesad di Markas Yonif 132/BS, Kabupaten Kampar, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi langsung untuk mengukur kemampuan tempur, kesiapan operasional, serta profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas negara.
Sejak pagi, ratusan prajurit tampak mengikuti berbagai materi pengujian yang menguji ketahanan fisik, keterampilan militer, dan kedisiplinan. Tim penguji dari Mabesad melakukan penilaian secara menyeluruh dengan mengedepankan standar objektif guna memastikan kemampuan dasar keprajuritan tetap terpelihara.
Materi yang diujikan meliputi Kesegaran Jasmani (Garjas) A dan B, pencak silat militer, renang militer, navigasi darat, menembak senapan, hingga menembak pistol. Setiap tahapan berlangsung di bawah pengawasan ketat tim penilai untuk memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Kegiatan ini tidak hanya mengukur kekuatan fisik prajurit, tetapi juga menguji ketepatan prosedur, kemampuan teknis, serta kesiapan mental dalam menghadapi berbagai skenario tugas di lapangan. Hasil pengujian nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi satuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan personel.
Salah seorang tim penguji Mabesad menegaskan bahwa uji petik merupakan instrumen penting dalam memotret kondisi riil kemampuan satuan tempur.
“Uji petik dilaksanakan untuk memastikan seluruh prajurit memiliki kesiapan tempur yang optimal. Setiap materi diuji secara objektif sesuai standar yang berlaku di lingkungan TNI AD,” tegasnya.
Dari hasil pelaksanaan di lapangan, para prajurit mampu menyelesaikan seluruh materi pengujian sesuai target yang ditentukan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan dasar keprajuritan tetap terjaga sebagai modal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan.
Sementara itu, komandan kegiatan menekankan bahwa latihan dan evaluasi harus menjadi budaya yang terus dipertahankan untuk menjaga profesionalisme prajurit.
“Latihan dan evaluasi seperti ini harus terus dilakukan agar kemampuan tempur prajurit tetap terpelihara, terukur, dan siap digunakan kapan pun negara membutuhkan,” ujarnya.
Uji Petik Kesiapan Tempur berlangsung aman dan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Melalui evaluasi berkala seperti ini, TNI AD berupaya memastikan setiap satuan memiliki personel yang siap, tangguh, dan mampu menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks di masa mendatang.
Editor :Tim Sigapnews