Hadapi Musim Kemarau, Babinsa Ikut Matangkan Siaga Karhutla
Babinsa dari Koramil 12/XIII Koto Kampar Serda riko menghadiri Rapat Koordinasi Siaga Bencana Karhutla Tahun Anggaran 2026.Kamis (25 Juni 2026).
KAMPAR – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai diperkuat menjelang musim kemarau. Babinsa Koramil 12/XIII Koto Kampar, Serda Riko Saputra, menghadiri Rapat Koordinasi Siaga Bencana Karhutla Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Kamis (25/6/2026).
Rapat yang melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, kepala desa, lurah, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) itu menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat XIII Koto Kampar Zulfikar, S.Ag., M.Si., Camat Koto Kampar Hulu, Kapolsek XIII Koto Kampar, Kasi Trantib kecamatan, para kepala desa dan lurah dari dua kecamatan, serta unsur terkait lainnya.
Dalam forum tersebut, peserta rapat membahas berbagai langkah pencegahan dan penanganan dini Karhutla. Salah satu keputusan penting yang disepakati adalah pelaksanaan Apel Siaga Karhutla yang jadwalnya masih dalam tahap koordinasi. Selain itu, dua posko siaga juga akan diaktifkan, masing-masing berada di Kantor Camat XIII Koto Kampar dan Kantor Camat Koto Kampar Hulu.
Tidak hanya itu, rapat juga menyepakati pelaksanaan patroli terpadu serta sosialisasi pencegahan Karhutla secara rutin yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah munculnya titik api di wilayah rawan.
Serda Riko Saputra menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
“Kami siap berperan aktif dalam patroli dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan. Kerja sama semua pihak adalah kunci utama agar bencana ini dapat dicegah sejak dini,” tegas Serda Riko.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah paling efektif untuk menekan risiko Karhutla. Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, kebakaran lahan juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi warga.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dan mempercepat langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau tiba. Dengan kesiapan personel, posko siaga, serta patroli rutin yang akan digelar, diharapkan wilayah Kampar dapat terhindar dari ancaman Karhutla sepanjang tahun 2026.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Koramil12/Xlll koto kampar kodim 0313/KPR