Menyapa Warga Sambil Patroli, Babinsa Perkuat Pencegahan Karhutla di Sungai Sibam
Serka Parjo beberapa kali berhenti. Tangannya menunjuk ke tumpukan daun kering yang mudah terbakar, lalu beralih ke semak yang mulai meranggas akibat panas berkepanjangan.
Pekanbaru - Di bawah terik matahari yang menyengat, langkah kaki Serka Parjo terlihat mantap menyusuri pinggiran Jalan Beringin, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya, Minggu (5/7/2026). Debu tipis beterbangan setiap kali sepatu larsnya menginjak tanah kering, sementara di sisi jalan, semak belukar tampak menguning dan rapuh.
Di belakangnya, seorang warga mengikuti dengan langkah hati-hati, sesekali menyingkirkan ranting kering yang menjulur ke jalur sempit yang mereka lewati. Keduanya tidak sekadar berjalan, tetapi memeriksa setiap sudut lahan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Serka Parjo beberapa kali berhenti. Tangannya menunjuk ke tumpukan daun kering yang mudah terbakar, lalu beralih ke semak yang mulai meranggas akibat panas berkepanjangan.
“Kalau kondisi seperti ini, api kecil saja bisa langsung menjalar. Ini yang harus kita waspadai,” ujarnya sambil tetap mengamati sekitar.
Patroli yang dilakukan bukan hanya memastikan kondisi aman, tetapi juga menjadi ruang komunikasi langsung dengan warga. Tanpa forum resmi, percakapan berlangsung di tengah jalan setapak tentang kebiasaan membakar sampah, tentang kelalaian kecil yang bisa berujung besar.
Langkah mereka melambat ketika memasuki area dengan semak lebih rapat. Panas terasa semakin menekan, hampir tanpa angin. Situasi seperti itu, menurut Serka Parjo, adalah kondisi paling rawan.
“Sekarang ini bukan cuma panas biasa. Tanahnya sudah kering, tanaman juga kering. Kalau ada yang bakar sampah di sini, bisa langsung habis,” tegasnya.
Warga yang mendampingi mengangguk pelan. Ia mengaku baru benar-benar menyadari kondisi tersebut setelah melihat langsung keadaan di lapangan.
“Kalau dari jauh kelihatan biasa saja. Tapi pas jalan begini, memang kering sekali. Jadi lebih hati-hati sekarang,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Danramil 06/Sukajadi Kapten Inf Tayung menegaskan bahwa patroli berjalan kaki seperti ini akan terus dilakukan karena dinilai lebih efektif melihat langsung kondisi riil di lapangan.
“Kalau hanya melihat dari laporan, tidak cukup. Babinsa harus turun langsung, menyusuri wilayah, supaya tahu titik rawan yang sebenarnya. Dari situ pencegahan bisa lebih tepat,” jelasnya.
Danramil mengingatkan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 06 Sukajadi