Babinsa Koramil 03/Senapelan Bersama Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Air Hitam
Mendapat laporan adanya kebakaran, Babinsa Koramil 03/Senapelan bersama personel gabungan dari Polri, BPBD, pemerintah kelurahan, Ketua RT, serta karyawan PT CIS langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pendinginan.
Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kota Pekanbaru. Kali ini, kebakaran melanda kawasan semak belukar dan lahan gambut yang berada di Jalan Riau Baru RT 003 RW 006, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, wilayah binaan Koramil 03/Senapelan Kodim 0301/Pekanbaru, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Mendapat laporan adanya kebakaran, Babinsa Koramil 03/Senapelan bersama personel gabungan dari Polri, BPBD, pemerintah kelurahan, Ketua RT, serta karyawan PT CIS langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Medan yang didominasi semak belukar dengan kondisi tanah gambut membuat api mudah menjalar dan cukup sulit dipadamkan, terlebih cuaca panas yang melanda kawasan tersebut memperbesar potensi penyebaran api.
Berdasarkan data di lapangan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Hingga akhir pelaksanaan kegiatan pada hari pertama, tim gabungan berhasil memadamkan sekitar seperempat hektare lahan. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah titik api dan kepulan asap yang berasal dari lapisan gambut sehingga proses pemadaman belum dapat diselesaikan dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat unsur kesengajaan. Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik PT CIS dengan penanggung jawab Bapak Muliyanto. Meski demikian, informasi mengenai adanya pihak yang menjaga lahan tersebut kini masih dalam penyelidikan oleh aparat Polsek Payung Sekaki untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Dalam operasi pemadaman, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya satu unit mini steker, dua unit mesin Robin, tiga rol selang panjang, lima nozzle, serta sekitar 50 meter selang untuk mengalirkan air ke lokasi titik api. Fokus utama petugas adalah melakukan pendinginan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap serta memadamkan api kecil yang kembali muncul akibat bara di dalam lapisan gambut.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran serta kondisi cuaca yang panas. Meski akses jalan menuju lokasi relatif memadai dengan jarak sekitar 12 kilometer dari Koramil, karakteristik tanah gambut membuat bara api mudah muncul kembali sehingga membutuhkan penanganan ekstra dan pemantauan secara berkelanjutan.
Babinsa Koramil 03/Senapelan bersama seluruh unsur yang terlibat tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan api tidak meluas ke area lain. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah kelurahan, dan pihak perusahaan menjadi bukti keseriusan semua pihak dalam mengendalikan Karhutla serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat.
Hingga akhir kegiatan, proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung. Tim gabungan memastikan operasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya hingga seluruh titik api dan asap benar-benar padam, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama pada musim kemarau.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 03 Senapelan