Hari Ke-5, TNI-Polri dan BPBD Rohil Berjibaku Dinginkan Lahan Gambut di Bagan Punak
Sinergitas personel gabungan TNI, Polri, dan BPBD saat berjibaku menarik selang air untuk memadamkan sisa asap dan mendinginkan lahan gambut yang terbakar di Kepenghuluan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.
SIGAPNEWS.CO.ID | ROHIL – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Rokan Hilir terus digencarkan. Memasuki hari kelima, tim gabungan dari Koramil 01/Bangko, Polri, dan BPBD bergerak cepat melakukan proses pendinginan di Kepenghuluan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Senin (13/7/2026).
Aksi tanggap darurat di lapangan ini dilaksanakan oleh Anggota Koramil 01/Bangko di bawah pimpinan Serka JH. Pasaribu, di bawah komando langsung Wadan Ramil 01/Bangko Kapten Cba (K) Karnilawati, serta atas petunjuk Dandim 0321/Rohil. Petugas gabungan harus menempuh jarak sekitar 35 kilometer dari markas Koramil untuk mencapai lokasi kebakaran yang berada di koordinat N 2°8'48,504" E 100°52'28,434".
Di bawah kondisi cuaca yang cerah namun sangat terik, tim gabungan harus merangsek masuk ke medan berat lahan gambut. Lokasi dipenuhi oleh semak belukar yang mengering, ranting-ranting mati, dan sisa-sisa vegetasi yang telah menghitam pekat akibat dilalap api. Di beberapa sudut area, kepulan asap putih tebal tampak masih membubung tinggi dari dalam tanah, menandakan bara di bawah permukaan gambut masih aktif.
"Hari ini personel fokus melakukan pemadaman sisa asap dan pendinginan di lahan gambut milik Saudara Rafi yang ditanami kelapa sawit," ujar Serka JH. Pasaribu dalam laporannya.
Untuk menjangkau titik kepulan asap, personel TNI berpakaian loreng lengkap, petugas BPBD dengan seragam oranye, serta personel kepolisian tampak berbaris membentuk rantai manusia. Di tengah kepulan debu kering dan sisa abu, mereka bahu-membahu menarik selang air berukuran besar melintasi hamparan lahan yang terbakar agar air bisa menjangkau titik terdalam gambut.
Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ± 2 hektar. Berkat kerja keras tim di lapangan, area seluas ± 1,5 hektar berhasil dipadamkan total, sementara sisanya kini dalam status nihil api dan sedang dalam proses pendinginan intensif agar tidak memicu titik api baru.
Dalam operasi ini, kekuatan personel yang dikerahkan meliputi 4 anggota TNI, 2 personel POLRI, dan 5 petugas BPBD. Tim lapangan didukung oleh sejumlah alat pemadam, di antaranya 1 unit alat berat Maixtri, 2 unit mesin ministraker, 20 gulung selang buang, 2 nozel, serta 2 selang hisap. Akses mobilitas dibantu oleh 7 unit kendaraan roda dua dan 1 unit kendaraan roda empat.
Petugas di lapangan sempat menghadapi kendala cuaca panas yang menyengat disertai tiupan angin kencang yang berpotensi menyebarkan bara api. Namun, situasi terkini di lokasi menunjukkan kondisi aman dan terkendali. Titik api utama dipastikan sudah padam, dan tim fokus menuntaskan pendinginan titik-titik asap di area gambut.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan (lidik) oleh pihak berwajib, dengan dugaan sementara akibat faktor ketidaksengajaan.(Srt Andi)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX