Alarm Karhutla Belum Berbunyi, Babinsa Sudah Bergerak Patroli Intensif Sisir Kawasan Rawan di Rumbai
Patroli difokuskan di sepanjang Jalan Raja Panjang, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru
Pekanbaru – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap menghantui Provinsi Riau setiap memasuki musim kemarau menjadi perhatian serius aparat teritorial. Guna memastikan wilayah tetap aman dari potensi kebakaran, Babinsa Kelurahan Tebing Tinggi Okura Koramil 04/Limapuluh Kodim 0301/Pekanbaru, Serma Ucok A. Hsb, bersama anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan patroli terpadu sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di kawasan rawan, Minggu (26/7/2026).
Patroli difokuskan di sepanjang Jalan Raja Panjang, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, yang dikenal memiliki hamparan lahan dan vegetasi yang berpotensi terbakar saat cuaca panas berkepanjangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk mengantisipasi munculnya titik api sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Selama menyisir wilayah, Serma Ucok A. Hsb bersama personel MPA melakukan pemantauan langsung di titik koordinat 0.591803° LU dan 101.524017° BT. Hasil patroli menunjukkan kondisi wilayah masih dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap, sehingga kawasan Tebing Tinggi Okura dipastikan bebas dari indikasi kebakaran hutan dan lahan pada saat pelaksanaan patroli.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk Karhutla. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain melanggar hukum, tindakan tersebut juga dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, merusak ekosistem, mengganggu kesehatan akibat kabut asap, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
Serma Ucok A. Hsb juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, keberhasilan mencegah Karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat adanya asap, api, ataupun aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
Patroli ini melibatkan satu personel TNI dan satu anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan dukungan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas dalam menjangkau lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Sinergi antara TNI dan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pencegahan Karhutla sejak dini.
Melalui kegiatan patroli rutin dan sosialisasi yang terus digencarkan, Kodim 0301/Pekanbaru berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga wilayah Kecamatan Rumbai Timur tetap aman, hijau, dan terbebas dari kebakaran hutan dan lahan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu ancaman kabut asap maupun kerusakan lingkungan.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 04 Limapuluh