Lewat Komsos, Babinsa Tanamkan Kesadaran Cegah Karhutla kepada Generasi Muda
Serka Toni terlihat berdialog santai dengan sejumlah warga di area terbuka yang tengah dalam proses pembangunan.
Pekanbaru - Di tengah aktivitas warga di kawasan Jalan Srikandi, Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Babinsa Koramil 06/Sukajadi Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Toni Efendi memberikan imbauan langsung kepada para pemuda terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (3/8/2026).
Di bawah terik matahari, Serka Toni terlihat berdialog santai dengan sejumlah warga di area terbuka yang tengah dalam proses pembangunan.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa kesan menggurui.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim panas yang rawan memicu titik api.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi cuaca panas seperti ini sangat berisiko menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan,” ujarnya.
Menurut Toni, peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya karhutla. “Melihat tanda-tanda kebakaran atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan,” tegasnya.
Antoni, salah seorang pemuda yang ikut dalam dialog tersebut mengaku memahami risiko yang disampaikan.
“Kami jadi lebih paham dampaknya. Kalau lengah sedikit saja, api bisa cepat membesar, apalagi di lahan kering,” katanya.
Melalui komunikasi langsung di lapangan, Babinsa berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi karhutla dapat ditekan sejak dini.
Dikonfirmasi terpisah, Danramil 06/Sukajadi Kapten Inf Tayung menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat di tingkat bawah.
“Kami terus mendorong Babinsa aktif turun langsung ke lapangan memberikan imbauan kepada warga. Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tetapi harus melibatkan masyarakat secara aktif,” ujarnya.
Kapten Tayung menekankan pendekatan persuasif dan humanis menjadi strategi utama agar pesan dapat diterima dengan baik.
“Pendekatan komunikasi yang baik lebih efektif, terutama kepada pemuda. Dengan dialog langsung, mereka lebih memahami risiko dan dampak karhutla,” tambahnya.
Menurut Danramil, kondisi cuaca panas saat ini meningkatkan potensi kebakaran, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Jika ada potensi kebakaran, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” tegasnya.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 06 Sukajadi