Wadanramil 01/Bangko Beserta Anggota Garis Depan Apel Gabungan Siaga Karhutla Rohil 2026
Jajaran Forkopimda Rokan Hilir dan personel gabungan foto bersama usai Apel Gabungan Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Rohil Tahun 2026 di Lapangan MTQ Batu 6, Kamis (6/8/2026). (FOTO: Srt Andi J)
ROKAN HILIR – Jajaran TNI Angkatan Darat dari Koramil 01/Bangko menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan. Hal ini ditegaskan dengan hadirnya Wakil Komandan Koramil (Wadanramil) 01/Bangko, Kapten Cba (K) Karnilawati, beserta anggota dalam Apel Gabungan Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2026, Kamis (06/08/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.02 WIB ini dipusatkan di Lapangan MTQ, Jln. Komplek Perkantoran Batu 6, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Kehadiran personel Koramil 01/Bangko ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam memperkuat sinergi dengan Pemda dan Polri di garda terdepan penanggulangan bencana.
Apel siaga dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rohil, Jhony Charles, BBA., MBA., serta dihadiri Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi, S.Hub.Int., Kapolres Rohil AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH., SIK., MH., Kajari Rohil Firdaus, SH., M.Hum., dan Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, SIK., M.Tr.Mil. Hadir pula unsur BPBD, para pimpinan perusahaan swasta, serta pasukan upacara yang melibatkan 1 SST Kodim 0321/Rohil, Sat Brimob, Polres, BPBD, Satpol-PP, Damkar, Tagana, dan Manggala Agni.
Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi, S.Hub.Int., melalui Wadanramil 01/Bangko Kapten CBA (K) Karnilawati menegaskan bahwa seluruh personel jajaran kodim, khususnya Babinsa di wilayah Koramil 01/Bangko, telah diinstruksikan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan kebakaran.
"Menindaklanjuti arahan Dandim 0321/Rohil, kami dari Koramil 01/Bangko siap mengerahkan seluruh kemampuan dan berkolaborasi erat dengan Polri, instansi pemerintah, serta masyarakat peduli api. Sesuai instruksi pimpinan, tidak ada waktu untuk menunda; sekecil apa pun indikasi titik api yang ditemukan di lapangan harus segera dipadamkan dan ditangani secara tuntas sebelum meluas," tegas Kapten Cba (K) Karnilawati usai pelaksanaan apel.
Lebih lanjut, Kapten Cba (K) Karnilawati menyampaikan pesan khusus dari Dandim 0321/Rohil terkait penegakan hukum bagi pelaku pembakaran lahan. TNI bersama Polri tidak akan toleran terhadap tindakan sengaja yang merugikan masyarakat luas.
"Dandim 0321/Rohil memberikan penekanan sangat keras terkait sanksi hukum. Tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik perorangan maupun korporasi. Kami bersama pihak kepolisian akan menindak tegas secara hukum siapa saja yang terbukti sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Aturan hukumnya sangat jelas dan sanksinya berat, berupa pidana penjara serta denda miliaran rupiah. Jangan korbankan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan demi keuntungan pribadi," pungkas Wadanramil menyampaikan pesan tegas Dandim Rohil.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Rohil menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG, jumlah hotspot di Kabupaten Rokan Hilir periode 1 Januari hingga 4 Agustus 2026 telah mencapai 475 titik. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh instansi, terlebih saat memasuki musim kemarau di mana sumber air mulai terbatas.
Merespons hal tersebut, Pemkab Rohil bersama Forkopimda menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku mulai 18 Februari hingga 18 November 2026. Wabup menginstruksikan kepada seluruh Camat, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk bergerak cepat mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada.
"Sinergitas, koordinasi, serta kesiapan personel dan sarpras harus diperkuat. Setiap personel di lapangan wajib tanggap terhadap indikasi munculnya titik api, sekecil apa pun, agar segera dilakukan penanganan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," tegas Wabup dalam amanatnya.
Selain penanganan titik api, Wabup juga memberikan penekanan khusus agar kawasan hutan mangrove di Kabupaten Rokan Hilir dijaga dan dilestarikan guna melindungi ekosistem pesisir.
Usai pelaksanaan apel dan doa bersama, jajaran Forkopimda beserta seluruh peserta menyaksikan simulasi pemadaman Karhutla. Simulasi ini memperagakan kesigapan personel gabungan dalam menjinakkan api di lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.(Srt Andi J)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX