Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Tangkerang Timur Patroli dan Ajak Warga Peduli Lingkungan
Di tengah patroli, Babinsa tidak hanya memastikan kondisi wilayah tetap aman, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran
Pekanbaru – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Kewaspadaan dan kepedulian sejak dini menjadi langkah penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan dampak bagi masyarakat.
Semangat itulah yang dilakukan Babinsa Tangkerang Timur Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru, Peltu Afrianto, saat melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla, Sabtu (8/8/2026).
Dengan menyusuri sejumlah kawasan di wilayah binaannya, Peltu Afrianto bersama satu personel Masyarakat Peduli Api (MPA) memantau kondisi lingkungan sekaligus menyapa warga. Patroli dilakukan di beberapa ruas jalan, mulai dari Jalan H. Ismail, Jalan Simpang Jengkol, Jalan Kampung Baru hingga Jalan Hangtuah Ujung.
Di tengah patroli, Babinsa tidak hanya memastikan kondisi wilayah tetap aman, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” ujar Peltu Afrianto.
Menurutnya, kebakaran terkadang berawal dari hal sederhana, seperti pembakaran sampah, pembersihan semak atau pembukaan lahan yang tidak diawasi dengan baik. Jika api tidak segera dikendalikan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga lingkungan di sekitar rumah masing-masing, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Jika melihat aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, maupun menemukan asap dan titik api, warga diminta segera melaporkannya kepada aparat atau pihak terkait.
“Kalau kita melihat ada tanda-tanda kebakaran, jangan dibiarkan. Segera informasikan agar bisa ditangani lebih cepat. Kepedulian masyarakat sangat membantu dalam upaya pencegahan,” tambahnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi wilayah terpantau relatif aman. Tidak ditemukan adanya hotspot, titik api maupun titik asap. Posko Karhutla mencatat titik koordinat pemantauan berada pada Latitude 0.509385 dan Longitude 101.532125.
Meski tidak ditemukan adanya titik api, kewaspadaan tetap menjadi prioritas. Patroli akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap terpantau, terutama di kawasan yang dinilai memiliki potensi terjadinya karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, patroli melibatkan satu personel TNI dan satu personel Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas.
Bagi Babinsa, kegiatan seperti ini bukan sekadar patroli rutin. Di balik setiap perjalanan menyusuri wilayah, terdapat upaya untuk membangun kesadaran dan mengajak masyarakat menjadi bagian dari sistem pencegahan karhutla.
Sebab, menjaga lingkungan dari kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Masyarakat memiliki peran yang sangat besar, terutama dalam mendeteksi lebih awal dan mencegah munculnya api.
Karhutla sendiri dapat membawa dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, terganggunya aktivitas masyarakat, menurunnya kualitas udara hingga kerugian sosial dan ekonomi. Karena itu, langkah sederhana seperti tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan potensi kebakaran dapat menjadi tindakan nyata untuk menjaga lingkungan.
Melalui patroli dan komunikasi langsung dengan warga, Babinsa terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Harapannya, kewaspadaan yang dibangun bersama dapat menjaga wilayah Tangkerang Timur tetap aman, nyaman dan bebas dari ancaman karhutla.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya