Babinsa Koramil 02/TM Melaksanakan komduk sejalian Himbau Warga Desa Pengalihan Tak Bakar Lahan
Babinsa Koramil 02/TM Serda Niko Arisandi melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaan di Desa Pengalihan
INDRAGIRI HILIR – Babinsa Koramil 02/TM, Serda Niko Arisandi, turun langsung menemui warga Desa Pengalihan, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 12.13 WIB.
Dalam komunikasi sosial (Komsos) tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Serda Niko menyampaikan imbauan itu secara langsung kepada warga sebagai langkah pencegahan di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap Karhutla di Riau. Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya menetapkan status siaga darurat Karhutla dan mengeluarkan maklumat bersama Forkopimda yang menekankan langkah pencegahan, larangan pembakaran, hingga penegakan hukum.
“Kami mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena selain merugikan diri sendiri dan orang lain, juga dapat mengganggu kesehatan kita semua,” ujar Serda Niko.
Peringatan tersebut menjadi penting karena kebakaran lahan masih menjadi ancaman serius di Riau. Data pemerintah yang dirilis Juli 2026 mencatat luas Karhutla di Riau mencapai 15.477,9 hektare sepanjang 1 Januari hingga 30 Juni 2026 berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, BRIN, dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Kasus kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah Riau. Di Kabupaten Rokan Hilir, misalnya, tim gabungan sebelumnya menangani Karhutla seluas sekitar 7,5 hektare di Desa Sungai Segajah Jaya, Kecamatan Kubu.
Karena itu, Babinsa mendorong warga Desa Pengalihan untuk menghindari praktik pembukaan lahan dengan api serta ikut menjaga lingkungan. Pencegahan sejak tingkat desa dinilai penting agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Kegiatan Komsos tersebut sekaligus memperkuat peran Babinsa sebagai aparat teritorial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain memberikan edukasi, kehadiran Babinsa diharapkan mampu membangun kesadaran warga untuk segera melaporkan potensi kebakaran dan menjaga wilayah dari aktivitas yang dapat memicu api.
Upaya serupa juga dilakukan Babinsa di berbagai daerah sebagai bagian dari pencegahan Karhutla melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Dengan kondisi musim kemarau dan tingginya risiko kebakaran, Serda Niko mengajak masyarakat menjadikan pencegahan sebagai tanggung jawab bersama. Mencegah api sejak awal jauh lebih efektif daripada menunggu kebakaran meluas.
Editor :Tim Sigapnews