TNI-Polri dan Tim Gabungan Percepat Pemadaman Karhutla di Mundam
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kodim 0320/Dumai bersama unsur TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat. Pada Minggu, 17 Agustus 2026, tim gabungan melaksanakan pemadaman Karhutl
DUMAI — Tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan semak belukar dan gambut di Jalan Parit Tugu RT 04, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Minggu (17/8/2026).
Kebakaran yang berada di antara Jalan Nenas dan Parit Tugu itu menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan. Kondisi medan berupa gambut dan semak belukar membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara intensif untuk mencegah api menjalar lebih luas.
Sebanyak 22 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari tujuh personel TNI, tiga personel Polri, lima personel BPBD dan tujuh personel MPA.
Petugas langsung menggelar pemadaman sekaligus pendinginan menggunakan tiga unit mesin Ministriker, 30 rol selang buang dan tiga selang hisap. Hingga operasi berlangsung, sekitar 1 hektare area berhasil dipadamkan.
Meski titik api telah dinyatakan nihil pada sore hari, petugas masih menemukan asap di sejumlah bagian lahan. Kondisi ini membuat tim tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api.
Situasi semakin menantang karena angin bertiup cukup kencang. Pada lahan gambut, bara yang tersisa di bawah permukaan berpotensi kembali memicu api meski kobaran terlihat telah padam.
Karena itu, pemadaman belum sepenuhnya dinyatakan selesai. Tim gabungan menghentikan kegiatan pada sore hari dan merencanakan pemantauan serta pemadaman lanjutan pada hari berikutnya untuk memastikan kawasan benar-benar aman.
Kegiatan penanganan Karhutla berlangsung aman dan lancar. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam merespons kebakaran sekaligus menekan risiko meluasnya api ke kawasan lain.
Dengan luas lahan terbakar mencapai 1,5 hektare, penanganan cepat menjadi penting untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Tim gabungan juga memastikan upaya pendinginan terus menjadi perhatian agar tidak ada titik panas maupun bara tersembunyi yang kembali memicu kebakaran.
Penanganan Karhutla di Mundam menjadi bukti pentingnya respons cepat dan koordinasi lapangan, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut yang mudah menyimpan bara dan sulit ditangani secara tuntas.
Editor :Tim Sigapnews