Harga Ayam Melonjak, Kodim Rohil dan TPID Sidak Pasar Bagansiapiapi
Kodim 0321/Rohil bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Datuk Rubiah dan Pasar Bintang, Jumat (28/8/2026).
BAGANSIAPIAPI — Harga ayam ras di sejumlah pasar Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), melonjak hingga Rp60.000 per kilogram. Kondisi itu mendorong Kodim 0321/Rohil bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Datuk Rubiah dan Pasar Bintang, Jumat (28/8/2026).
Sidak dimulai sekitar pukul 09.25 WIB. Tim turun langsung mengecek harga sekaligus memastikan ketersediaan komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.
Hasil pemantauan menunjukkan harga ayam ras berada di kisaran Rp56.000-Rp60.000 per kilogram. Angka tersebut jauh di atas harga normal yang berkisar Rp30.000-Rp40.000 per kilogram.
Kenaikan harga diduga berkaitan dengan berkurangnya pasokan di tingkat distributor ketika permintaan meningkat. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi kondisi tersebut ialah kebutuhan ayam untuk memenuhi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Biaya distribusi yang meningkat turut memberikan tekanan terhadap harga ayam hingga sampai ke pedagang dan konsumen.
Sekda Rohil H. Fauzi Efrizal bersama unsur Forkopimda dan sejumlah organisasi perangkat daerah turun dalam Sidak tersebut. Dandim 0321/Rohil diwakili Wadanramil 01/Bangko Kapten CBA (K) Karnilawati.
Selain itu, hadir Kajari Rohil yang diwakili Kasi Intel Alfriwan Putra, S.H., Kapolsek Bangko Kompol Asian Sihombing, S.I.K., M.I.K., serta jajaran terkait.
Dandim 0321/Rohil menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah daerah untuk menjaga harga dan pasokan pangan tetap terkendali.
“Kami dari Kodim 0321/Rohil mendukung langkah Pemda bersama Forkopimda dan TPID dalam melakukan pemantauan serta pengendalian harga. Kondisi kenaikan harga ayam ras ini perlu kita lihat secara menyeluruh, terutama dari sisi ketersediaan stok dan kelancaran distribusinya,” ujarnya.
Menurutnya, pasokan menjadi faktor penting yang harus segera diperhatikan agar kenaikan harga tidak semakin sulit dikendalikan.
“Yang terpenting adalah bagaimana memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar. Kita berharap distributor dapat menambah pasokan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga secara bertahap kembali stabil,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Rohil bersama Forkopimda dan TPID akan membahas operasi pasar serta mendorong distributor meningkatkan kuota ayam ras.
Dandim juga meminta kebijakan pengendalian harga tetap mempertimbangkan kepentingan pedagang.
“Kita ingin masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar, tetapi di sisi lain pedagang juga harus tetap bisa menjalankan usahanya. Karena itu, diperlukan koordinasi semua pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik,” tegasnya.
Dalam Sidak tersebut, pedagang juga menyampaikan persoalan lain, yakni keberadaan pedagang di luar area pasar, terutama di sekitar pintu masuk. Mereka menilai kondisi itu berdampak terhadap omzet pedagang yang berjualan di dalam pasar.
Pemkab Rohil bersama Forkopimda dan stakeholder terkait akan menggelar rapat koordinasi untuk mencari solusi serta melakukan penataan secara persuasif.
“Terkait pedagang di luar pasar, tentunya perlu dicarikan solusi yang baik. Penertiban harus dilakukan secara persuasif, dengan mengedepankan komunikasi dan kepentingan bersama,” jelas Dandim.
Sidak berakhir sekitar pukul 10.25 WIB. Pemerintah daerah bersama unsur terkait selanjutnya akan menindaklanjuti persoalan pasokan dan harga ayam ras guna menjaga stabilitas pangan serta daya beli masyarakat di Rohil.
Editor :Yefrizal