Mabes TNI dan Seskoad Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Dumai
Tim Karhutla Mabes TNI bersama 13 Perwira Siswa (Pasis) Seskoad Dikreg LXVIII Tahun 2026 dan jajaran Kodim 0320/Dumai menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi penanganan Karhutla.
DUMAI – Tim Karhutla Mabes TNI bersama 13 Perwira Siswa (Pasis) Seskoad Dikreg LXVIII Tahun 2026 dan jajaran Kodim 0320/Dumai menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Ruang Yudha Kodim 0320/Dumai, Senin (31/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan dan pola koordinasi antarsatuan dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Dumai. Langkah ini diarahkan untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat respons apabila terjadi kebakaran.
Sebanyak 27 personel mengikuti kegiatan tersebut. Tim Karhutla Mabes TNI mengerahkan tujuh personel, sedangkan 13 Pasis Seskoad Dikreg LXVIII dipimpin Kolonel Inf Riski. Dari Kodim 0320/Dumai, tujuh personel perwira turut mengikuti rapat di bawah pimpinan Mayor Arh Kusworo.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga kesiapsiagaan dan langkah pencegahan. Koordinasi antarsatuan dinilai penting untuk memastikan setiap unsur memahami peran dan tindakan yang harus dilakukan di lapangan.
Karhutla membutuhkan respons cepat karena api dapat meluas apabila terlambat ditangani. Kondisi tersebut membuat kesiapan personel, sarana pendukung, komunikasi serta pola kerja terpadu menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kebakaran.
Melalui rapat tersebut, Tim Karhutla Mabes TNI, Pasis Seskoad dan Kodim 0320/Dumai melakukan penyelarasan langkah agar upaya pencegahan maupun penanggulangan dapat berjalan lebih efektif.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran informasi mengenai kondisi dan kesiapan wilayah. Kesamaan pola tindakan diharapkan dapat mempercepat koordinasi ketika ditemukan potensi titik api maupun kejadian Karhutla.
Sinergi lintas unsur menjadi perhatian utama karena penanganan Karhutla tidak dapat mengandalkan satu institusi. Keterlibatan berbagai unsur diperlukan mulai dari tahap pemantauan, pencegahan hingga penanganan di lapangan.
Dengan adanya sinkronisasi tersebut, kesiapan jajaran di wilayah Dumai diharapkan semakin kuat dalam menghadapi potensi Karhutla. Koordinasi berkelanjutan juga diperlukan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secara cepat, terarah dan terpadu.
Rapat koordinasi dan sinkronisasi berlangsung dengan tertib. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Dumai.
Editor :Tim Sigapnews