Warga Manggala Sakti Blokir Jalan, Tuntut Pemprov Riau Segera Perbaiki
Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan bersama warga Manggala Sakti memblokir akses Jalan Lintas Manggala-Pujud, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (2/9/2026).
ROKAN HILIR – Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan bersama warga Manggala Sakti memblokir akses Jalan Lintas Manggala-Pujud, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (2/9/2026). Aksi tersebut menuntut Pemerintah Provinsi Riau segera memperbaiki ruas jalan yang dinilai rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Aksi dimulai sejak sekitar pukul 07.05 WIB di ruas Jalan Berkat T.1 Manggala-Pujud. Massa memasang kayu sebagai penghalang jalan dan membentangkan sejumlah tulisan berisi tuntutan, di antaranya “Kami tidak butuh janji kami perlu bukti”, “Jalan Hancur Pejabat Tidur”, dan “Kapan Jalan Kami Mulus”.
Sekitar pukul 08.30 WIB, massa kembali memblokir ruas Jalan Berkat Hulu T.1 sambil menyampaikan orasi. Pengamanan aksi melibatkan 70 personel Polres Rokan Hilir dan tiga personel TNI. Koramil 02/TP juga turun melakukan mediasi melalui Serma Norton bersama tiga personel.
Ketegangan mencuat ketika perwakilan Dinas PUPR Provinsi Riau menjelaskan bahwa peningkatan jalan saat ini masih berlangsung di Kecamatan Pujud. Pemprov Riau menyebut ruas Mahato-Simpang Manggala memiliki panjang sekitar 80 kilometer, dengan sekitar 27 kilometer di antaranya mengalami kerusakan.
“Dinas dari PUPR provinsi tetap melaksanakan pembangunan jalan dari Mahato sampai dengan Menggala,” ujar perwakilan PUPR Provinsi Riau saat menemui massa.
PUPR juga menjelaskan proses pembangunan tidak lagi dilakukan secara terpisah-pisah. Perbaikan harus melalui tahapan verifikasi, pengusulan hingga pengesahan anggaran.
Namun penjelasan tersebut belum meredakan tuntutan warga. Mereka mempertanyakan mengapa pembangunan yang berjalan di wilayah Pujud belum menjangkau Manggala Sakti.
“Kami tidak mau Bapak berjanji janji ini itu tetapi tidak ada hasilnya, kami sudah melakukan aksi beberapa kali tetapi jalan Pujud yang diperbaiki,” tegas salah seorang perwakilan masyarakat.
Sekitar pukul 14.30 WIB, Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau Zulfahmi melakukan video call dengan massa. Ia menyebut usulan perbaikan jalan tersebut telah diajukan sejak 2023 hingga 2025.
“Kalau ibuk mau saya akan mengusulkan APBD 2027 dan saya akan bantu penanganannya di Tahun 2027,” kata Zulfahmi.
Meski demikian, warga menilai belum ada keputusan konkret yang menjawab tuntutan mereka. Aksi berakhir sekitar pukul 16.30 WIB, tetapi akses Jalan Lintas Manggala-Pujud menuju Kepenghuluan Manggala Sakti tetap ditutup.
Masyarakat menyatakan akan kembali melanjutkan aksi damai pada Kamis (3/9/2026) jika tuntutan perbaikan jalan belum mendapatkan kepastian.
Editor :Tim Sigapnews