Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla, Sasar Warga Minas hingga Pelajar
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI mendatangi Masjid Al-Fatah, Kilometer 31, Desa Minas Barat, Rabu (2/9/2026) siang.
MINAS, SIAK — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyasar masyarakat Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau. Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI mendatangi Masjid Al-Fatah, Kilometer 31, Desa Minas Barat, Rabu (2/9/2026) siang.
Penyuluhan dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Laksamana Pertama Priyambodo, S.H., memimpin tim yang terdiri dari lima personel untuk menyampaikan edukasi pencegahan karhutla kepada warga dan sejumlah elemen masyarakat.
Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang berlangsung di kantor pemerintahan, kali ini tim mendekatkan penyuluhan ke lingkungan masyarakat. Pengurus masjid, aparat desa, personel Koramil, pekerja perusahaan hingga siswa SMP IT Minas Barat ikut mengikuti kegiatan tersebut.
Danramil 03/Minas Kapten Arh Aguswanto bersama Batu Tuud Koramil 03/Minas Pelda Muhammad Nasir hadir mendampingi kegiatan. Penghulu Minas Barat Ridwan, imam dan pengurus Masjid Al-Fatah juga berada di lokasi.
Sejumlah karyawan perusahaan yang bekerja di PT PHR serta siswa SMP IT Minas Barat turut menerima materi penyuluhan. Keterlibatan kelompok tersebut menjadi penting karena pencegahan karhutla membutuhkan kewaspadaan di lingkungan masyarakat maupun kawasan aktivitas perusahaan.
Dalam kegiatan itu, Kolonel Anthon Firmansah menyampaikan sambutan. Arahan kemudian diberikan Mayor Inf Dede dan Mayor CPM Budi Hermawan kepada peserta.
Tim juga memberikan bantuan sembako kepada 10 warga. Penyerahan bantuan dilakukan di sela kegiatan penyuluhan sebelum seluruh rangkaian acara ditutup dengan foto bersama.
Sekitar pukul 13.00 WIB, kegiatan berakhir dalam keadaan aman. Namun, agenda tim penyuluhan belum berhenti.
Pada Kamis (3/9/2026), tim dijadwalkan melanjutkan penyuluhan di PT Arara Abadi Distrik Tapung bersama masyarakat pada pukul 09.00 WIB. Agenda berikutnya berlangsung pukul 13.30 WIB dengan melibatkan unsur pimpinan kecamatan (Upika), perusahaan dan elemen masyarakat lainnya.
Langkah ini memperlihatkan pola pencegahan yang tidak hanya menyasar aparat pemerintahan, tetapi juga langsung menyentuh warga, pelajar dan lingkungan perusahaan.
Editor :Tim Sigapnews