Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Tak Kenal Lelah Padamkan Karhutla di Gemala Sari
Kepulauan Meranti – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Dusun Pendapat, Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, terus dilakukan. Memasuki hari ketiga, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi bersama tim gabungan kembali berjibaku melakukan pemadaman titik api dan pendinginan titik asap.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) sejak pagi. Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi yang dipimpin Kopka Masran bersama Serma Subar, Serda Dedi dan Praka James Gulo, turun langsung ke lokasi untuk memastikan titik-titik api yang masih menyala dapat dipadamkan dan bara di dalam lahan gambut tidak kembali membesar.
Di tengah kondisi cuaca yang cerah disertai angin yang berubah-ubah arah, kepulan asap tebal dan karakteristik lahan gambut yang kering, para personel tetap bergerak menyisir area terbakar.
Bukan pekerjaan mudah. Lahan gambut yang terbakar dapat menyimpan bara di bawah permukaan, sehingga api yang terlihat padam di permukaan masih berpotensi kembali muncul. Karena itu, proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh dan terus-menerus.
“Api boleh mengecil, tetapi bara di dalam gambut tidak boleh dibiarkan. Kami terus menyisir dan melakukan pendinginan agar tidak kembali menyala dan meluas,” menjadi semangat Babinsa bersama tim di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan yang terdampak Karhutla diperkirakan mencapai ±20 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar ±10 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara ±10 hektare lainnya masih dalam penanganan.
Untuk mempercepat proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan, mulai dari mesin MK, mesin mini strike, mesin Robin, selang, nozzle hingga peralatan manual. Dukungan satu unit helikopter water bombing juga dikerahkan untuk membantu penanganan dari udara.
Sebanyak 62 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, tim kecamatan, PT SRL, masyarakat, MPA dan BPBD turut terlibat dalam proses pemadaman dan pendinginan.
Medan yang dihadapi tidak ringan. Selain kondisi tanah gambut yang kering dan angin yang berubah arah, sumber air berada sekitar 300 meter dari titik lokasi kebakaran. Jarak lokasi yang mencapai sekitar 50 kilometer dari Koramil 02/Tebing Tinggi juga menjadi tantangan tersendiri bagi personel.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Babinsa. Mereka terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya, memastikan tidak ada api yang kembali membesar.
Hingga laporan ini dibuat, pemadaman titik api dan pendinginan titik asap masih terus berlangsung. Penyebab kebakaran maupun pemilik lahan masih dalam penyelidikan pihak Polsek Rangsang.
Kehadiran Babinsa di tengah penanganan Karhutla menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan. Di tengah panas, asap dan medan gambut yang sulit, mereka tetap bertahan, karena setiap titik api yang berhasil dipadamkan berarti satu langkah untuk mencegah ancaman kebakaran meluas.(Ramil02TT)
Editor :Tim Sigapnews