Karhutla Jadi Perhatian, Pangdam dan Kapolda Turun Langsung ke Dayun
Penanganan karhutla di Kabupaten Siak mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan TNI dan Polri. Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan turun ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan sekaligus membuka penanganan karhutla di kawasan PT Bumi Siak Pusako.
Rombongan tiba di helipad Camp Zamrud PT Bumi Siak Pusako sekitar pukul 14.45 WIB. Setelah berhenti sejenak di Zamrud Mess Hall, rombongan bergerak menuju lokasi karhutla sekitar pukul 15.05 WIB.

Setibanya di posko sekitar pukul 15.33 WIB, Pangdam dan Kapolda terlebih dahulu menerima gambaran kondisi lapangan melalui bagan dan peta lokasi karhutla. Informasi tersebut menjadi bahan sebelum rombongan turun langsung meninjau kawasan yang terdampak.
Sekitar pukul 15.40 WIB, rombongan bergerak ke lokasi karhutla. Peninjauan berlangsung hingga pukul 16.05 WIB untuk melihat secara langsung kondisi lahan serta perkembangan penanganan kebakaran.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Kepala BPBD Riau M. Edy Afrizal, Dandim 0322/Siak Letkol Czi Andy Kurniawan, Danbrigif TP 89/GG Kolonel Inf Topan Angker, Danyonif TP 851/BBC Letkol Inf Lalu Pardede Gita Prahara, serta Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.
Kehadiran unsur TNI, Polri, BPBD, dan pihak terkait dalam peninjauan tersebut menampilkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menangani ancaman karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan.
Setelah selesai peninjauan, Pangdam, Kapolda, dan rombongan meninggalkan posko sekitar pukul 16.07 WIB dan kembali menuju helipad Camp Zamrud. Rombongan tiba di helipad sekitar pukul 16.35 WIB sebelum meninggalkan kawasan PT Bumi Siak Pusako pada pukul 16.55 WIB.
Sementara itu, Dandim 0322/Siak, Danbrigif TP 89/GG, dan Danyonif TP 851/BBC meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.05 WIB.

Peninjauan langsung ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap penanganan karhutla sekaligus mendorong kesiapsiagaan seluruh elemen di lapangan. Koordinasi antara TNI, Polri, BPBD, perusahaan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat respon ketika kembali muncul titik api.
Editor :Tim Sigapnews