Babinsa Muara Fajar Timur dan MPA Patroli, Hotspot serta Titik Api Nihil
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Babinsa Muara Fajar Timur Koramil 08/Rumbai Barat Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Widi Anugrah mengendurkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pekanbaru - Hujan yang turun sejak malam sebelumnya membawa perubahan pada kondisi udara di Kota Pekanbaru. Kabut asap yang sempat terasa di sejumlah wilayah mulai berkurang, sehingga udara pada Kamis pagi terasa lebih bersih.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Babinsa Muara Fajar Timur Koramil 08/Rumbai Barat Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Widi Anugrah mengendurkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sekitar pukul 09.20 WIB, Serda Widi bersama dua personel Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di Jalan Ikan Raya KM 19, RT 02/RW 05, Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat, Kamis (24/9/2026).
Patroli dilakukan dengan menyusuri kawasan memiliki potensi terjadi kebakaran. Selain memantau kondisi lingkungan, Serda Widi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan maupun membuka lahan.
Hasil pengecekan di lokasi dengan koordinat 0.644809° Lintang dan 101.442116° Bujur menunjukkan kondisi aman. Petugas tidak menemukan hotspot, titik api maupun titik asap.
Serda Widi Anugrah mengatakan hujan yang turun sejak malam membantu mengurangi kabut asap dan membuat kondisi udara lebih nyaman. Namun, pencegahan tetap harus dilakukan karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
“Alhamdulillah, hujan semalam membuat udara lebih bersih dan kabut asap berkurang. Tetapi kita tetap melakukan patroli karena pencegahan Karhutla tidak boleh berhenti. Kalau nanti cuaca kembali panas dan lahan mulai kering, potensi kebakaran bisa muncul lagi,” ujarnya.
Babinsa Kelurahan Muara Fajar Timur juga mengajak masyarakat ikut menjaga kondisi tersebut dengan tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan. Warga diminta segera melapor apabila melihat kepulan asap atau tanda-tanda kebakaran.
“Kalau masyarakat menemukan asap atau api di sekitar lingkungan, segera informasikan kepada Babinsa, MPA atau petugas terkait. Semakin cepat diketahui, semakin mudah dilakukan pengecekan dan penanganannya,” kata Widi.
Alam Wijaya, salah seorang warga Muara Fajar Timur mengaku kondisi udara setelah hujan terasa lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan agar kabut asap tidak kembali muncul.
“Setelah hujan semalam, udara memang terasa lebih enak dan asap sudah jauh berkurang. Kami juga berharap tidak ada lagi warga yang membakar lahan, karena dampaknya bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Danramil 08/Rumbai Barat Kapten Inf Simon Petrus Ginting, ditemui di ruang kerja mengatakan hujan yang turun merupakan kondisi yang membantu menekan potensi kebakaran, tetapi tidak berarti kewaspadaan dapat dihentikan.
“Patroli tetap kita lakukan meskipun hujan sudah turun dan kabut asap berkurang. Babinsa harus terus memantau wilayah, terutama kawasan yang rawan terbakar, sehingga apabila ada perubahan kondisi dapat segera diketahui,” ujarnya.
Danramil juga meminta masyarakat berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak membakar lahan serta segera memberikan informasi jika menemukan titik api maupun asap.
“Pencegahan membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran. Bila ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan agar bisa ditangani sejak awal,” pungkasnya.
Patroli tersebut melibatkan satu personel TNI dan dua personel MPA dengan menggunakan satu unit sepeda motor. Dari hasil pemantauan, hotspot, titik api dan titik asap nihil.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 08 Rumbai Barat