Babinsa Penarah Datangi Lokasi Pembacokan, Pastikan Situasi Tetap Terkendali
KUNDUR — Babinsa Desa Penarah, Serda Endra Syahputra, mendatangi lokasi pembacokan di Dusun I, RT 002/RW 001, Desa Penarah, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Babinsa Penarah Datangi Lokasi Pembacokan, Pastikan Situasi Tetap Terkendali
KUNDUR — Babinsa Desa Penarah, Serda Endra Syahputra, mendatangi lokasi pembacokan di Dusun I, RT 002/RW 001, Desa Penarah, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kedatangan Serda Endra bersama Kepala Desa Penarah dilakukan untuk memeriksa langsung kondisi pascakejadian sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa guna menjaga keamanan lingkungan.
Peristiwa tersebut menimpa Sarul, 34 tahun, warga Desa Penarah. Ia mengalami luka yang cukup serius di bagian belakang tubuh setelah diduga dibacok menggunakan parang oleh adiknya sendiri, Aris, 30 tahun. Keduanya merupakan saudara kandung.
Kejadian bermula sekitar pukul 22.05 WIB ketika Aris mengamuk sambil membawa sebilah parang panjang. Situasi itu membuat warga sekitar resah. Sarul kemudian berusaha menenangkan adiknya dan membawanya kembali ke rumah.
Namun, setibanya di rumah, Aris kembali mengamuk dan menyerang Sarul menggunakan parang. Warga kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban menuju rumah sakit di Tanjung Balai Karimun menggunakan perahu untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Aris diamankan dan berada dalam pengawasan di rumahnya. Babinsa bersama pemerintah desa melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.
Serda Endra mengatakan kehadiran Babinsa di lokasi merupakan bagian dari upaya memastikan kondisi wilayah tetap terkendali setelah kejadian.
> “Kami bersama pemerintah desa langsung memeriksa kondisi di lapangan dan memastikan situasi tetap aman serta tidak berkembang menjadi gangguan keamanan lainnya,” ujar Serda Endra.
Babinsa juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan pemerintah desa dalam memantau perkembangan situasi di wilayah binaannya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian aparat kewilayahan karena melibatkan dua anggota keluarga. Penanganannya dilakukan dengan mengedepankan keamanan warga dan koordinasi agar kondisi lingkungan kembali kondusif.
Editor :Tim Sigapnews
Source : koramil 03/kundur