Babinsa Kubu Dampingi Gerakan Tanam Pertanian Modern di Teluk Piyai
ROKAN HILIR — Gerakan Tanam (Gertam) Sekolah Lapang PM-AAS Pertanian Modern mulai menggerakkan lahan pertanian di Kepenghuluan Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (30/9/2026). Babinsa Koramil 0321-04/Kubu Serda Kimur Tigara Sipahutar turun langsung mendampingi kegiatan bersama jajaran penyuluh dan tim pertanian dari tingkat provinsi hingga kecamatan.
Dari lokasi, lahan yang telah dipersiapkan menjadi titik pelaksanaan program pertanian modern. Aktivitas tersebut memperlihatkan upaya menghubungkan konsep modernisasi pertanian dengan praktik langsung di lapangan.
Serda Kimur Tigara Sipahutar hadir bersama Pj. Swasembada Pangan Kabupaten Rokan Hilir Bagus, Katimker Provinsi Dwi Sisri Nyeni, LO Penyuluh Enita, Katimker Rokan Hilir, serta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam.
Kehadiran para penyuluh dari dua kecamatan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sekolah Lapang PM-AAS. Mereka terlibat dalam pendampingan agar penerapan sistem pertanian modern dapat dipahami dan dijalankan secara langsung di tingkat petani.
Program PM-AAS sendiri merupakan pendekatan budidaya padi yang mengintegrasikan mekanisasi, pola tanam dan pengelolaan budidaya secara lebih terstruktur. Dalam penerapannya, sistem tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan input dan produktivitas pertanian.
Di Teluk Piyai, gerakan tanam menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara aparat kewilayahan, pemerintah dan tenaga penyuluh. Babinsa tidak hanya hadir sebagai pendamping kegiatan, tetapi juga mengikuti langsung aktivitas di lokasi pertanian.
“Kami mendampingi kegiatan Gerakan Tanam sebagai bentuk dukungan terhadap program pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kubu,” ujar Serda Kimur Tigara Sipahutar.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pengembangan pertanian modern membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Penyuluh berperan memberikan pendampingan teknis, sementara aparat kewilayahan membantu membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat di lapangan.
Bagi Teluk Piyai, pelaksanaan Gertam menjadi langkah nyata untuk mendorong pengelolaan lahan yang lebih terarah. Program ini juga sejalan dengan penguatan modernisasi pertanian di Riau yang menempatkan teknologi, efisiensi dan peningkatan produktivitas sebagai bagian penting dalam pengembangan sektor pertanian.
Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. Dari lahan yang telah disiapkan itu, program Sekolah Lapang PM-AAS mulai diterjemahkan menjadi kegiatan nyata—bukan sekadar konsep di atas kertas.
Editor :Tim Sigapnews