Hotspot Muncul di Cerenti, Babinsa Pastikan Bukan Kebakaran Lahan
Personel Koramil 06/Cerenti melaksanakan verifikasi terhadap titik hotspot yang terdeteksi melalui Dashboard Karhutla Kodam XIX/Tuanku Tambusai di Desa Pesikaian
KUANTAN SINGINGI — Personel Koramil 06/Cerenti Kodim 0302/Inhu turun langsung mengecek titik panas atau hotspot yang terdeteksi Dashboard Karhutla Kodam XIX/Tuanku Tambusai di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (2/10/2026). Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada kebakaran lahan di titik tersebut.
Verifikasi dilakukan sekitar pukul 14.15 WIB setelah sistem pemantauan mendeteksi indikasi hotspot. Babinsa bersama dua perwakilan perusahaan kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Petugas mendatangi kawasan PT KIM di Desa Pesikaian dan melakukan pengecekan berdasarkan titik koordinat **-0.48785, 101.90839**. Pemeriksaan di lokasi tidak menemukan api maupun tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan.
Dari hasil pengecekan, sumber indikasi hotspot ternyata berasal dari aktivitas cerobong asap milik PT KIM. Saat petugas melakukan verifikasi, cerobong tersebut sedang aktif dalam proses pengolahan buah.
Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab munculnya indikasi panas pada sistem pemantauan. Temuan lapangan kemudian menjadi dasar bagi personel untuk memastikan bahwa informasi hotspot tersebut tidak berkaitan dengan kebakaran lahan.
Petugas juga memeriksa kondisi di sekitar titik koordinat untuk memastikan tidak terdapat sumber api lain. Hasil pemantauan menunjukkan situasi kawasan dalam keadaan aman dan kegiatan verifikasi berlangsung tanpa kendala.
Verifikasi lapangan menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini Karhutla. Informasi dari dashboard perlu dicocokkan dengan kondisi sebenarnya agar setiap indikasi titik panas dapat segera ditindaklanjuti dan tidak menimbulkan kesimpulan keliru mengenai kebakaran.
Koramil 06/Cerenti selanjutnya tetap melakukan pemantauan terhadap informasi hotspot yang muncul di wilayah Kecamatan Cerenti dan sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan.
Kasus di Desa Pesikaian menunjukkan bahwa titik panas yang terdeteksi sistem tidak selalu berarti terjadi kebakaran. Pemeriksaan langsung di lapangan menjadi tahap penting untuk mengetahui sumber sebenarnya sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman.
Editor :Tim Sigapnews