LAUT BERSIH, REZEKI MELIMPAH : GERAKAN BABINSA IMBAU NELAYAN JAGA TERUMBU KARANG DAN TOLAK BOM IKAN*
LAUT BERSIH, REZEKI MELIMPAH : GERAKAN BABINSA IMBAU NELAYAN JAGA TERUMBU KARANG DAN TOLAK BOM IKAN*
*LAUT BERSIH, REZEKI MELIMPAH : GERAKAN BABINSA IMBAU NELAYAN JAGA TERUMBU KARANG DAN TOLAK BOM IKAN*
Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendukung keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir, Babinsa Koramil 06/Senayang Kodim 0315/Tanjungpinang Sertu Harun Ginting terus mendorong kesadaran masyarakat, khususnya para nelayan, untuk menjaga terumbu karang dan menolak praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan. Kegiatan pembinaan teritorial tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan maritim, mengingat laut merupakan sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga nelayan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Melalui pendekatan humanis, Babinsa mengajak masyarakat memahami bahwa kelestarian laut bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut ketahanan ekonomi keluarga, ketersediaan sumber pangan, dan kesejahteraan generasi mendatang.
Babinsa menjalin komunikasi dan silaturahmi bersama nelayan serta masyarakat pesisir untuk menyampaikan pentingnya menjaga terumbu karang sebagai habitat berbagai jenis ikan dan biota laut. Terumbu karang yang terpelihara dengan baik dapat mendukung keberlanjutan populasi ikan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta membantu mempertahankan produktivitas wilayah tangkap nelayan. Sebaliknya, penggunaan bom ikan dapat menghancurkan terumbu karang, membunuh biota laut secara tidak terkendali, dan merusak sumber daya perikanan yang membutuhkan waktu panjang untuk pulih. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, mematuhi ketentuan perikanan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem laut.
Babinsa Koramil 06/Senayang menegaskan bahwa menjaga laut merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran, kedisiplinan, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “Laut adalah sumber rezeki bagi masyarakat pesisir yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai demi mendapatkan hasil tangkapan sesaat, kita justru merusak terumbu karang dan memutus sumber penghidupan untuk masa depan anak cucu kita. Kami mengajak seluruh nelayan untuk menolak bom ikan, menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya kegiatan penangkapan ikan yang merusak,” tegas Babinsa. Ia juga menekankan bahwa kepedulian terhadap kelestarian laut merupakan wujud nyata bela negara, karena menjaga kekayaan alam Indonesia berarti turut melindungi kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Melalui gerakan tersebut, para nelayan diharapkan semakin memahami bahwa hasil tangkapan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya ikan yang diperoleh hari ini, tetapi juga oleh kondisi ekosistem laut yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Nelayan dan masyarakat pesisir diajak berperan aktif menjaga kebersihan pantai, tidak membuang sampah ke laut, menghindari alat tangkap yang merusak, serta membangun kebiasaan saling mengingatkan dalam menjaga lingkungan perairan. Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, aparat terkait, kelompok nelayan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan pengawasan sosial yang efektif terhadap praktik penangkapan ikan ilegal dan destruktif. Apabila menemukan dugaan penggunaan bom ikan, masyarakat diimbau menyampaikan informasi kepada aparat atau instansi berwenang dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Danramil 06/Senayang Kapten Kav Juli Purnomo menegaskan bahwa kepedulian terhadap kelestarian laut merupakan bagian penting dari pembinaan teritorial dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menjaga ketahanan wilayah pesisir. Menurutnya, laut yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian masyarakat, mendukung ketahanan pangan, dan memperkuat potensi maritim Kabupaten Lingga sebagai bagian dari wilayah strategis Kepulauan Riau. “Kami berharap seluruh masyarakat, terutama generasi muda dan keluarga nelayan, menjadi pelopor dalam menjaga laut Indonesia. Semangat gotong royong, cinta lingkungan, dan keberanian menolak praktik penangkapan ikan yang merusak harus terus ditanamkan. Laut bersih, terumbu karang lestari, nelayan sejahtera, dan rezeki berkelanjutan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. Melalui langkah berkelanjutan ini, Koramil 06/Senayang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pelestarian lingkungan maritim, memperkuat kesadaran bela negara, dan mewujudkan masyarakat pesisir yang sejahtera, tangguh, serta mencintai kekayaan alam Indonesia.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Babinsa Koramil 06/Senayang Kodim 0315/TPI