Babinsa dan 5 Pilar Mentangor Perkuat Sinergi Hadapi Kabut Asap di Pekanbaru
Pekanbaru — Menyikapi kondisi udara yang masih diselimuti kabut asap, Babinsa Kelurahan Mentangor, Sertu Denny Sofrianto, bersama unsur 5 Pilar Kelurahan Mentangor memperkuat koordinasi untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (18/10/2026) malam.
Pertemuan koordinasi lintas sektoral tersebut menjadi wadah bagi seluruh unsur terkait untuk menyamakan langkah dalam menghadapi dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Kegiatan ini dihadiri Lurah Mentangor, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta Ketua Forum RT/RW Kelurahan Mentangor.
Dalam pembahasan tersebut, seluruh peserta menekankan pentingnya peran aktif pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam melakukan pencegahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan.
Babinsa Kelurahan Mentangor, Sertu Denny Sofrianto, mengatakan koordinasi lintas sektoral merupakan langkah penting untuk memastikan informasi dan imbauan kepada masyarakat tersampaikan dengan baik. Menurutnya, penanganan persoalan lingkungan membutuhkan kerja sama berkelanjutan, mulai dari tingkat kelurahan hingga lingkungan RT dan RW.
Ia mengajak seluruh pengurus RT dan RW untuk mengingatkan warga agar menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik, terutama dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak dan menggunakan masker saat harus bepergian.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, mengikuti imbauan kesehatan, serta bersama-sama mencegah tindakan yang dapat memicu kebakaran,” ujar Sertu Denny Sofrianto.
Selain membahas perlindungan kesehatan warga, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pencegahan karhutla dan pembakaran sampah secara sembarangan. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api, khususnya ketika kondisi cuaca kering dan kabut asap masih terjadi.
Langkah lainnya yang menjadi perhatian ialah memperluas penyampaian informasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mendorong penggunaan masker, serta meningkatkan pemantauan wilayah melalui kerja sama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat.
Ketua Forum RT/RW bersama LPM diharapkan dapat menjadi penghubung informasi antara pemerintah kelurahan dan warga, sehingga setiap imbauan maupun langkah pencegahan dapat diterapkan secara efektif di lingkungan masing-masing.
Melalui koordinasi ini, sinergi 5 Pilar Kelurahan Mentangor diharapkan semakin kuat dalam menjaga kesehatan masyarakat, mencegah terjadinya kebakaran, dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.
Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen, masyarakat Kelurahan Mentangor diharapkan tetap waspada terhadap dampak kabut asap serta berperan aktif menjaga kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 05 Sail