Terhalang Jalur Laut dan Keterbatasan Material, Pembangunan Jembatan Garuda Terus Dikebut
KEPULAUAN MERANTI – Kendala transportasi dan keterbatasan material tidak menghentikan pembangunan Jembatan Garuda di Desa Sungai Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Demi membuka akses penghubung antara Desa Sungai Gayung Kiri dan Desa Tanjung Medang, pengerjaan jembatan terus berjalan meski menghadapi tantangan logistik di lapangan, Kamis (5/11/2026).
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi, Kopka Masran, turut memantau perkembangan pembangunan sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan di lokasi sasaran.
Tantangan utama berada pada distribusi material. Kondisi geografis membuat pengangkutan bahan bangunan harus menggunakan kapal sebelum dilangsir kembali menggunakan gerobak milik masyarakat menuju titik pembangunan.
Tidak hanya itu, ketersediaan pasir juga menjadi kendala karena material tersebut belum tersedia di sekitar lokasi sasaran. Pasokan harus didatangkan melalui pemesanan dari luar daerah sehingga membutuhkan pengaturan logistik tambahan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat untuk melanjutkan pembangunan. Babinsa bersama pihak terkait terus mendorong koordinasi agar kebutuhan material dapat terpenuhi dan pekerjaan berjalan sesuai tahapan.
"Memang ada tantangan dalam pengangkutan material karena harus melalui jalur laut dan dilangsir secara bertahap. Namun, kami berharap seluruh kendala dapat diatasi melalui kerja sama dan gotong royong agar pembangunan jembatan ini terus berjalan," ungkap Kopka Masran.
Jembatan Garuda ini nantinya menjadi akses penting yang menghubungkan dua desa. Kehadirannya diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil ekonomi, serta membuka konektivitas yang lebih baik bagi warga.
Di tengah keterbatasan akses dan logistik, pembangunan tetap bergerak. Sebab, bagi masyarakat, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan penghubung harapan dan kemajuan antardesa.(Ramil02TT)
Editor :Tim Sigapnews









