Tingkatkan Profesionalisme, Prajurit Kodam XIX/Tuanku Tambusai Ikuti Pelatihan Jurnalistik
PEKANBARU – Komando Daerah Militer (Kodam) XIX/Tuanku Tambusai menggelar pelatihan jurnalistik intensif bagi para prajurit sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik di lingkungan militer.
Kegiatan ini bertujuan membekali personel dengan kemampuan menyajikan informasi yang akurat, edukatif, dan bertanggung jawab kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi TNI AD.
Pelatihan mencakup berbagai aspek penting dalam dunia jurnalistik. Para peserta menerima materi tentang teknik penulisan berita, pemahaman etika pers, hingga praktik langsung peliputan dan penyusunan berita yang efektif.
Panglima Kodam (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi, setiap prajurit dituntut memiliki kecakapan dalam menyampaikan informasi secara tepat.
“Kemampuan jurnalistik sangat penting bagi prajurit dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun kepercayaan publik,” tegas Pangdam saat membuka kegiatan.
Pangdam juga menitipkan pesan khusus agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan. Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius agar mampu menghasilkan publikasi yang profesional, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.
“Tujuannya adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui tulisan-tulisan kita. Narasi yang positif dan faktual akan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tambahnya.
Melalui diklat ini, diharapkan lahir personel yang kompeten di bidang jurnalistik di jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam diseminasi informasi strategis satuan.
Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga langkah nyata TNI dalam beradaptasi dengan dinamika media digital, sekaligus menjaga transparansi dan integritas institusi di mata publik.
Sebagai fokus utama kegiatan, pelatihan ini menitikberatkan pada beberapa aspek berikut:
- Peningkatan kompetensi prajurit dalam teknik penulisan berita dan peliputan lapangan
- Etika jurnalistik agar informasi tetap objektif dan bertanggung jawab
- Strategi komunikasi untuk membangun narasi positif dan faktual
- Adaptasi era informasi guna menangkal berita bohong (hoaks)
Langkah ini menegaskan bahwa di era modern, prajurit tidak hanya mengandalkan kemampuan militer, tetapi juga narasi dan informasi sebagai sarana membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Editor :Tim Sigapnews