Tim gabungan TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni terus memadamkan serta mendinginkan lahan terbakar d
Gambut Tebal dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Inhu
Asap dan kobaran api masih menjadi tantangan bagi tim gabungan yang bekerja di lahan masyarakat dengan vegetasi semak belukar dan anakan kayu tersebut. Api membakar lapisan bawah hingga permukaan gambut, dengan tinggi api dilaporkan mencapai sekitar satu meter.
Kodim 0302/Inhu mengerahkan personel bersama BPBD, Polri dan Manggala Agni untuk mempersempit titik api. Total kekuatan yang turun mencapai 99 personel, terdiri atas 45 prajurit TNI, 10 personel BPBD, 20 anggota Polri dan 24 personel Manggala Agni.
Dari perkiraan luas kebakaran sekitar 50 hektare, tim sejauh ini telah memadamkan 10,9 hektare. Sementara itu, sekitar 39,1 hektare masih menjadi pekerjaan rumah dan luasnya masih berpotensi bertambah.
Kondisi lapangan membuat pemadaman berlangsung tidak mudah. Gambut yang tebal dan kering, cuaca panas, angin kencang serta sumber air yang berjarak sekitar 100 meter hingga satu kilometer dari titik api memperlambat pergerakan petugas. Persediaan air di sejumlah lokasi juga mulai berkurang.
Untuk mengejar api, tim menggunakan lima kendaraan roda empat, 18 kendaraan roda dua, tiga excavator dan satu helikopter. Sejumlah mesin pemadam serta jaringan selang juga dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit diakses kendaraan.
Petugas tidak hanya mengejar kobaran yang terlihat. Mereka juga melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul dari lapisan gambut yang terbakar di bawah permukaan.
“Tim sedang melaksanakan pemadaman dan pendinginan. Situasi aman dan kondusif,” demikian keterangan tim di lapangan.
Sementara itu, sumber awal kebakaran masih dalam penyelidikan Polres Inhu. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 20 kilometer dari Kodim 0302/Inhu dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.
Hingga Rabu siang, operasi penanggulangan masih berlangsung. Tim gabungan terus memperkuat pemadaman di area yang belum tertangani sekaligus melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menjalar.
Penanganan karhutla di kawasan gambut membutuhkan pemadaman berulang karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika kondisi kering dan angin menguat.
Editor :Tim Sigapnews
Source : pendim 0302/inhu